Berita

Aksi protes warga Georgia menuntut pembebasan pemimpin oposisi, Mikheil Saakashvili/Net

Dunia

Tuntut Pembebasan Pemimpin Oposisi yang Dipenjara, 60 Ribu Warga Georgia Berkumpul di Ibukota

JUMAT, 15 OKTOBER 2021 | 08:48 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jalan-jalan di ibukota Tbilisi, Georgia dibanjiri oleh puluhan ribu warga yang melakukan aksi protes, menuntut pembebasan mantan presiden sekaligus pemimpin oposisi Mikheil Saakashvili yang saat ini dipenjara.

Sembari mengibarkan bendera nasional, para pengunjuk rasa menyerukan "Misha!" sebagai nama panggilan Saakashvili pada Kamis (14/10).

Mereka memenuhi Lapangan Kebebasan dan jalan raya Rustaveli Avenue. AFP memperkirakan ada sekitar 60 ribu orang yang melakukan aksi protes.


Saakashvili ditangkap dan dipenjarakan pada awal Oktober setelah kembali dari pengasingan di Ukraina. Ia dihukum in absentia atas tuduhan penyalahgunaan jabatan dan dijatuhi hukuman enam tahun penjara pada 2018.

Presiden Georgia dari 2004 hingga 2013 itu merupakan pendiri kekuatan oposisi utama Georgia, United National Movement (UNM). Selama dipenjara, ia telah menyatakan mogok makan dan dokter telah menyatakan keprihatinan atas kesehatannya yang memburuk.

Pengacara Saakashvili, Nika Gvaramia, membacakan surat sang mantan presiden kepada orang banyak yang menyerukan untuk menghancurkan pemerintahan saat ini.

"Georgia harus kembali ke jalurnya yang pro-Barat dan menjadi mercusuar demokrasi, reformasi, dan pembangunan. Sudah waktunya untuk menyelamatkan Georgia melalui persatuan dan rekonsiliasi nasional kita," kata surat itu.

Pada Kamis pagi, iring-iringan mobil sepanjang beberapa kilometer yang membawa pendukung Saakashvili menuju ke Tbilisi dari seluruh negeri.

Sementara itu, bus polisi anti huru hara dikerahkan di luar gedung parlemen menjelang protes.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya