Berita

Pemimpin sipil Myanmar yang digulingkan, Aung San Suu Kyi/Net

Dunia

Junta Myanmar Larang Utusan Khusus ASEAN Bertemu Aung San Suu Kyi

KAMIS, 14 OKTOBER 2021 | 11:46 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Junta militer Myanmar tidak akan memberikan izin bagi Utusan Khusus ASEAN Erywan Yusof untuk bertemu dengan Aung San Suu Kyi karena ia tengah didakwa melakukan kejahatan.

Tetapi jrubicara junta, Zaw Min Tun mengatakan pihaknya tidak akan menghalangi Erywan untuk mengunjungi Myanmar.

Seperti dimuat Reuters pada Kamis (14/10), Zaw Min Tun menegaskan, sistem peradilan Myanmar adil dan independen akan menangani kasus Aung San Suu Kyi. Ketua hakim juga ditunjuk oleh pemerintah sebelumnya.


Dalam kesempatan tersebut, ia juga membahas penundaan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk menyetujui pencalonan dutabesar dari pemerintahan militer.

Ia mengatakan, PBB, organisasi dan negara lain harus menghindari standar ganda ketika mereka terlibat dalam urusan internasional.

Pernyataan Zaw Min Tun muncul ketika tekanan internasional meningkat pada junta untuk menerapkan rencana perdamaian lima poin yang disepakati oleh jenderal Min Aung Hlaing pada April dengan ASEAN.

Pekan lalu, Erywan mengatakan, lelambanan junta terhadap rencana ASEAN sama saja dengan mundur dan beberapa negara anggota berdiskusi secara mendalam untuk mengecualikan Min Aung Hlaing dari pertemuan puncak bulan ini.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya