Berita

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus/Net

Dunia

WHO Tunjuk 26 Ilmuwan untuk Tentukan Asal-usul Covid-19 dan Kemungkinan Pandemi di Masa Depan

KAMIS, 14 OKTOBER 2021 | 08:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebanyak 26 ilmuwan ditunjuk sebagai dewan penasihat yang bertugas untuk mencari tahu asal-usul Covid-19 dan wabah lainnya di masa depan.

Mereka dikenal sebagai SAGO atau Kelompok Penasihat Ilmiah Organisasi Kesehatan Dunia untuk Asal-usul COvid-19. Mereka terdiri dari para ilmuwan dari Amerika Serikat (AS), China, dan 24 negara lain yang dipilih dari 700 pelamar.

Sebelum menjalankan tugas, mereka akan menjalani periode konsultasi publik selama dua pekan.


Para ilmuwan itu akan mengembangkan kerangka kerja global mengenai asal-usul patogen baru dan potensinya hingga mencapai tingkat epidemi atau pandemi.

“Memahami dari mana patogen baru berasal sangat penting untuk mencegah wabah di masa depan dengan potensi epidemi dan pandemi, dan membutuhkan berbagai keahlian,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dikutip UPI.

"Kami sangat senang dengan kualitas ahli yang dipilih untuk SAGO dari seluruh dunia dan berharap dapat bekerja sama dengan mereka untuk membuat dunia lebih aman," tambahnya.

Awal tahun ini, Tedros mengatakan laporan WHO yang dirilis pada bulan Maret yang menyatakan bahwa kebocoran dari laboratorium Wuhan dianggap sebagai jalur yang sangat tidak mungkin untuk asal-usul virus corona baru atau SARS-CoV-2.

Presiden AS Joe Biden juga mengarahkan badan-badan intelijen untuk menyelidiki asal-usul virus dan bergabung dengan para pemimpin G7 lainnya dalam menyerukan penyelidikan baru.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya