Berita

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev/Net

Dunia

Namanya Masuk Pandora Papers, Presiden Ilham Aliyev: Hanya 5 Persen yang Benar, Sisanya Bohong

KAMIS, 14 OKTOBER 2021 | 06:25 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sejumlah nama elit, tidak terkecuali pemimpin dunia turut masuk dalam analisis kebocoran dokumen keuangan Pandora Papers. Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev juga turut ada di dalamnya.

Meski begitu, Aliyev mengesampingkan kemungkinan dirinya akan menghadapi penyelidikan terkait Pandora Papers, dengan menyebutnya sebuah kebohongan.

"Sejujurnya, saya tidak membaca apa yang tertulis dalam dokumen. Saya diberitahu, dan mungkin hanya ada lima persen kebenaran, sisanya bohong," kata Aliyev ketika diwawancara surat kabar Italia, La Repubblica pada Rabu (13/10).


Mengutip The Guardian, Pandora Papers menyebut keluarga Aliyev telah menjual properti senilai 540 juta dolar AS di Inggris dalam beberapa tahun terakhir.

Lewat sebuah biografinya, Aliyev disebut sebagai seorang pengusaha sukses sebelum menjadi presiden. Tetapi setelah mendapatkan posisi itu, ia berhenti terlibat langsung dalam bisnis dan mengalihkannya ke keluarga, khususnya anak-anaknya.

"Mereka melanjutkan bisnis. Mereka terutama berinvestasi di Azerbaijan. Mereka juga memiliki investasi di luar Azerbaijan. Semua kegiatan bisnis mereka transparan dan diverifikasi secara internasional, dan tidak ada yang dapat mengklaim bahwa ada sesuatu yang salah di sini," bela Aliyev.

Pandora Papers dirilis oleh Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ) pada awal bulan ini. Itu merupakan analisis dari hampir 12 juta dokumen bocor yang mengungkapkan data keuangan rahasia banyak elit.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya