Berita

Pendiri Alibaba Group, Jack Ma/Net

Dunia

Lama Tak Ada Kabar, Jack Ma Muncul di Hong Kong

RABU, 13 OKTOBER 2021 | 08:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Keberadaan miliarder asal China, Jack Ma, sempat memicu banyak pertanyaan publik. Itu lantaran Ma seakan tiba-tiba menghilang sejak mengkritik pemerintahan Beijing pada akhir tahun lalu.

Tetapi laporan Reuters menyebut, dua sumber mengatakan pendiri Alibaba Group itu saat ini tengah berada di Hong Kong dan telah bertemu dengan rekan-rekan bisnisnya dalam beberapa hari terakhir.

Ma, yang sebagian besar berbasis di kota Hangzhou, China timur, memiliki setidaknya satu rumah mewah di Hong Kong yang juga menampung beberapa operasi bisnis lepas pantai perusahaannya.


Pada Oktober 2020 di Shanghai, Ma mengkritik regulator keuangan China setelah perusahaannya menjadi target regulasi anti-monopoli yang ketat.

Kritik Ma juga memicu serangkaian peristiwa yang mengakibatkan batalnya IPO besar Ant Group miliknya.

Setelah peristiwa tersebut, Ma jarang tampil di muka publik. Spekulasi mengenai keberadaannya kemudian beredar.

Mantan guru bahasa Inggris itu menghilang dari pandangan publik selama tiga bulan sebelum muncul kembali pada Januari. Kemunculan Ma bahkan menjadi pusat perhatian dan membuat saham Alibaba melonjak.

Pada bulan Mei, Ma melakukan kunjungan langka ke kampus Hangzhou Alibaba selama acara tahunan staf dan keluarga.

Pada 1 September, foto-foto Ma mengunjungi beberapa rumah kaca pertanian di provinsi Zhejiang timur, rumah bagi Alibaba dan afiliasi fintechnya Ant, menjadi viral di media sosial China.

Hari berikutnya, Alibaba mengatakan akan menginvestasikan 100 miliar yuan pada tahun 2025 untuk mendukung "kemakmuran bersama", menjadi raksasa perusahaan terbaru yang menjanjikan dukungan untuk inisiatif pembagian kekayaan yang didorong oleh Presiden Xi Jinping.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya