Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Batu Bulan yang Dibawa China Buktikan Ada Aktivitas Vulkanik 2 Miliar Tahun Lalu

MINGGU, 10 OKTOBER 2021 | 09:25 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Hasil analisis sampel batuan yang dibawa misi China dari Bulan menunjukkan bahwa satelit Bumi itu mengalami aktivitas vulkanik hanya 2 miliar tahun yang lalu.

Chang'e-5 merupakan misi pertama China yang berhasil membawa sampel batuan dari Bulan ke Bumi dalam lebih dari 40 tahun terakhir. Chang'e-5 juga wahana China ketiga yang mendarat di Bulan, setelah diluncurkan pada November 2020.

Tugas utama misi ini adalah mengebor inti batu sepanjang 2 meter di Laut Mons Rumkers yang menjadi kompleks vulkanik besar di Bulan untuk mengumpulkan sampelnya.


Chang'e-5 berhasil membawa sampel itu ketika mendarat di Mongolia Dalam pada Desember 2020.

Para peneliti di Akademi Ilmu Geologi China kemudian menganalisis sampel tersebut. Sebuah analisis yang mengukur komposisi kimia dan mineralogi dari sampel itu telah diterbitkan di jurnal Science pada Kamis (7/10).

Studi menyebut, Bulan memiliki aktivitas vulkanik jauh lebih lama dari ukuran yang diperkirakan.

"Data orbital menunjukkan bahwa unit vulkanik termuda di bulan adalah lava basal di Oceanus Procellarum, wilayah dengan tingkat tinggi unsur penghasil panas kalium, torium dan uranium," tulis tim tersebut, seperti dikutip Sputnik.

Ahli geokimia di Universitas Curtin yang merupakan rekan penulis dari studi tersebut, Alexander Nemchin, mengatakan, misi Bulan sebelumnya membawa tanah dan batuan. Hasil analisis dari sampel menunjukkan, aktivitas vulkanik Bulan terjadi tidak lebih muda dari sekitar 3,1 miliar tahun yang lalu.

"Sekarang tampaknya kita setidaknya bisa mulai mengisi celah itu dengan basal muda ini," tambahnya.

Bulan sendiri diperkirakan terbentuk 4,5 miliar tahun yang lalu. Perkiraan itu disimpulkan dari analisis batuan yang dibawa oleh misi Apollo dan Soviet pada 1960-an dan 1970-an. Meski aktivitas vulkanik telah terjadi selama miliaran tahun pertamanya, tetapi aliran lava masih berlangsung selama ratusan juta tahun.

Sejauh ini para ilmuwan masih belum mengetahui mengapa lava mengalir di Bulan begitu lama setelah terbentuk.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya