Berita

Mantan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono (kanan)/Net

Politik

Pandora Papers Bukan Barang Haram, Orang Indonesia Cuma Cari Modal untuk Tanam Investasi di Tanah Air

JUMAT, 08 OKTOBER 2021 | 17:37 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Masuknya sejumlah pejabat dalam dokumen Pandora Papers bukan hal yang perlu dibesar-besarkan. Sebab, Pandora Papers merupakan bagian dari pelayanan sebuah negara yang memiliki layanan suaka pajak atau tax heaven.

Begitu penjelasan mantan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono dalam sebuah video yang diunggah di akun Twitter pribadinya, Jumat (8/10).

“Jadi legal bos, jangan kan orang-orang Indonesia, orang BUMN aja ada namanya di sana. Karena itu diupayakan menarik modal dari situ,” urainya.


Uang yang masuk dalam suaka pajak memang berasal dari berbagai macam sumber. Mulai dari hasil korupsi di luar negeri hingga memungkinkan dari uang hasil berjualan narkoba.

Intinya, uang-uang dalam jumlah besar itu tidak bisa masuk ke dalam negeri begitu saja. Sebab prosesnya akan panjang ada ada pengenaan biaya yang terbilang besar.

Singkatnya, kata Arief Poyuono, orang Indonesia yang masuk dalam Pandora Papers hanya bertujuan untuk mencari modal di luar negeri. Tujuannya, untuk bisa menanamkan investasi di Indonesia.

“Karena bunganya murah di sana,” tegas Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu itu.

“Jadi Pandora Papers itu bukan barang haram. Panama Papers juga bukan barang haram. Mana ada yang dihukum sampai hari ini?” sambungnya.

Arief Poyuono bahkan menyarankan agar Indonesia bisa membuat layanan serupa. Dia yakin dengan adanya layanan itu, Indonesia juga bisa maju.

“Indonesia harus buat, Malaysia saja punya,” demikian Arief Poyuono.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya