Berita

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal/Repro

Politik

Berkaca dari Hanura, Parliamentary Threshold Bisa Jadi Momok Bagi Partai Buruh

JUMAT, 08 OKTOBER 2021 | 09:49 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Perjuangan Partai Buruh yang kini kembali dihidupkan diyakini tidak akan berjalan mudah karena banyak batu sandungan yang harus dilewati untuk bertarung di 2024 dan tembus ke Senayan.

"Partai Buruh memang punya banyak underbow, yakni serikat-serikat buruh. Tapi menurut saya, untuk bisa sukses di 2024 masih berat," kata Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (8/10).

Yang tak kalah penting yakni keberadaan ambang batas parlemen, atau parliamentary threshold. Untuk bisa melenggang ke Senayan, Partai Buruh setidaknya harus melewati 4 persen.


Namun berkaca pada Pemilu 2019, ambang batas parlemen ini masih menjadi momok bagi partai menengah bawah. Hal ini tidak bisa diabaikan jika Partai Buruh ingin lolos dan mendapat kursi DPR.

"Kalau melihat ini, saya pesimis dengan Partai Buruh. Kita tahu, sekelas Partai Hanura saja bisa ketendang parliamentary threshold," jelasnya.

Oleh karena itu, analis politik dan kebijakan publik UNIS ini mengingatkan kepada Said Iqbal untuk benar-benar memaksimalkan segmentasi buruh yang cukup besar, termasuk underbow buruh.

"Partai Buruh masih butuh visi misi dan platform yang baru agar mereka bisa laku. Apalagi kalau kita flashback ke belakang, tiga kali pemilu Partai Buruh belum bisa survive," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya