Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Diam-diam, AS Sudah Kerahkan Unit Pasukan Khusus ke Taiwan Selama Setahun

JUMAT, 08 OKTOBER 2021 | 09:15 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebuah unit pasukan khusus dan marinir Amerika Serikat (AS) dilaporkan sudah beroperasi di Taiwan secara diam-diam. Mereka membantu melatih militer Taiwan di tengah ketegangan dengan China.

Mengutip para pejabat AS, Wall Street Journal pada Kamis (7/10) menyebut sekitar dua lusin anggota operasi khusus dan pasukan pendukung AS sedang melakukan pelatihan untuk unit-unit kecil pasukan darat Taiwan. Sementara marinir bekerja untuk pasukan maritim lokal dengan pelatihan perahu kecil.

"Pasukan Amerika telah beroperasi di Taiwan setidaknya selama satu tahun," kata para pejabat.


Pengerahan operasi khusus dilakukan sebagai respon kekhawatiran AS atas kemampuan taktis Taiwan. Sementara Beijing telah melakukan pembangunan militer selama bertahun-tahun.

Pada November lalu, Taipei mengumumkan kedatangan marinir AS untuk melatih tentara Taiwan. Ini menandai pertama kalinya sejak AS dan Taiwan memutuskan hubungan bilateral pada 1979 bahwa tentara Amerika telah kembali ke pulau itu.

Komando Angkatan Laut Taiwan mengatakan kontingen marinir AS, Marine Raiders, tiba atas undangan militer Taiwan untuk melatih pasukan Taiwan selama empat minggu mulai 11 November tahun lalu.

Marinir AS juga dikarantina selama sekitar dua minggu untuk menghindari infeksi virus corona.


Unit operasi khusus dan kontingen marinir merupakan upaya kecil namun simbolis oleh AS dalam meningkatkan kepercayaan Taiwan dalam membangun pertahanan terhadap potensi agresi China.

Pejabat pemerintah AS saat ini dan mantan serta pakar militer percaya bahwa memperdalam hubungan antara unit militer AS dan Taiwan lebih baik daripada sekadar menjual peralatan militer Taiwan.

AS telah menjual miliaran dolar perangkat keras militer ke Taiwan dalam beberapa tahun terakhir.

Baru-baru ini, China telah meningkatkan ketegangan dengan Taiwan dengan mengirim pesawat tempur hampir 150 kali ke zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan.

Menteri Pertahanan Taiwan Chiu Kuo-cheng, memperingatkan China bisa meluncurkan serangan skala penuh ke Taiwan dengan kerugian minimal pada tahun 2025.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya