Berita

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto/Ist

Politik

Elektabilitas Golkar Merangsek Naik Berkat Kinerja Apik Airlangga dan Luhut

KAMIS, 07 OKTOBER 2021 | 20:13 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kenaikan elektabilitas Partai Golkar tidak bisa dilepaskan dari kinerja baik Ketua Umum Airlangga Hartarto.

Peneliti politik dan kebijakan publik Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saidiman Ahmad menganalisis, terkereknya elektabilitas Golkar terjadi karena dua faktor, yakni eksternal dan internal.

Ada dua hal, menurut Saidiman, yang berhasil mengerek elektabilitas Partai Golkar. Faktor internal dan eksternal.


"Faktor internal, karena Golkar di bawah kepemimpinan Pak Airlangga ini kan relatif lebih solid. Tidak ada kegaduhan di internal sehingga tidak ada sentimen negatif terhadap Golkar dan kader bisa lebih fokus bekerja," kata Saidiman Ahmad, Kamis (7/10).

Faktor ini pula yang membawa Golakr meraih kemenangan di 165 daerah atau 61,1 persen pada Pilkada 2020 lalu.

Sementara faktor eksternal yang membawa Golkar meningkat adalah prestasinya sebagai partai politik koalisi pemerintahan Jokowi-Maruf.

"Golkar punya peranan yang cukup penting dalam pemerintahan Pak Jokowi, di mana menjadi motor terdepan sebagai penggerak ekonomi dan penanganan Covid-19," jelasnya.

Di kabinet, setidaknya ada dua tokoh Golkar yang berkontribusi besar, yakni Airlangga sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

"Publik sangat sensitif terhadap hal-hal ekonomi dan kesehatan di tengah pandemi Covid-19 ini. Di sektor ini ada Pak Airlangga dan Pak Luhut yang bisa membuat masyarakat simpatik," terangnya.

Pada survei SMRC 15 hingga 21 September 2021, Golkar berada di urutan kedua dengan elektabilitas 11,3 persen. Posisi pertama ditempati PDI Perjuangan dengan 22,1 persen dan nomor tiga diisi PKB dengan 10 persen, dan Gerindra 9,9 persen.

Survei dilakukan dengan metode wawancara langsung atau tatap muka kepada 1.220 responden. Margin of error survei tersebut kurang lebih 3,05 persen dengan tingkat kepercayaan 96 persen.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya