Berita

Sekjen DPP Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya/Ist

Politik

Kader Demokrat Diminta Awasi Atribut Ilegal, Rieky Harsya: Kalau Menemukan Segera Laporkan!

KAMIS, 07 OKTOBER 2021 | 17:19 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Seluruh kader Partai Demokrat diminta untuk memantau dan mengawasi penggunaan atribut partai secara ilegal. Baik di tempat terbuka maupun tertutup, hingga di media sosial.

"Terdiri dari lambang, panji-panji (bendera), hymne, mars, dalam berbagai bentuknya, di berbagai acara maupun tempat, secara terbuka maupun tertutup, secara langsung maupun tidak langsung, di berbagai media massa dan media sosial," ucap Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, melalui keterangannya, Kamis (7/10).

Apabila menemukan hal itu, segera sdirespon dengan cepat dan tepat. Khususnya terkait acara pertemuan, konferensi pers, kehadiran di sidang pengadilan yang menggunakan atribut Partai Demokrat oleh bekas kader. Terutama yang telah dipecat.


"Karena mereka terlibat Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD)," jelas Riefky, dikutip Kantor Berita RMOLAceh.

Riefky mengatakan, apabila ada yang menggunakan atribut Partai Demokrat, segera laporkan kepada kepolisian setempat.

"Jika ada informasi yang mencurigakan, segera laporkan kepada struktur partai secara berjenjang, atau sampaikan langsung kepada Tim Satgas DPP Partai Demokrat dengan nomor 0852-1858-5341," papar Riefky.

Untuk itu, Riefky meminta seluruh kader rapatkan barisan dalam kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Tidak ada konflik internal, apalagi dualisme kepemimpinan Partai Demokrat, baik di tingkat pusat, maupun daerah.

"Jangan gentar dan ragu. Karena kita berada di pihak yang benar baik secara hukum maupun konstitusi Partai Demokrat. Satu kesatuan komando yang sah di bawah AHY," tandas Riefky.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya