Berita

Webinar bertema "Maraknya Fenomena Pencurian Data Pengguna Platform Digital Perusahaan E-Commerce Yang Dapat Berimplikasi Terhadap Perekonomian Nasional"/Repro

Politik

Data BSSN, Ada 400 Juta Lebih Serangan Siber Sepanjang Tahun 2021

SELASA, 05 OKTOBER 2021 | 21:15 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kasus kebocoran data hingga kini masih rawan terjadi di Indonesia. Data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengungkap, sepanjang tahun 2021 ada ratusan juta serangan siber yang berusaha membobol data di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Jurubicara BSSN, Anton Setyawan dalam diskusi daring yang digelar Jaringan Aktivis Muda Nusantara (Jamnusa) bertema "Maraknya Fenomena Pencurian Data Pengguna Platform Digital Perusahaan E-Commerce Yang Dapat Berimplikasi Terhadap Perekonomian Nasional" Selasa (5/10).

"Di tahun 2021 ini ada sekitar 400-an juta serangan siber dengan berbagai metode dan yang paling banyak digunakan dan berhasil adalah phissing untuk target tertentu, sehingga ini sangat perlu diwaspadai," kata Anton Setyawan.


Berkaca dari data tersebut, ia mengingatkan kepada penyelenggara sistem elektronik (PSE) untuk bertanggung jawab atas penyelenggaraan yang andal dan aman. Pun demikian kepada masyarakat untuk turut menjaga data pribadinya dengan menghindari menggunakan kata sandi yang mudah ditebak.

"Masyarakat juga harus sadar tentang pentingnya melindungi data pribadi, ya salah satunya dengan cara hindari menggunakan password yang mudah ditebak seperti tanggal lahir,  nama pribadi dan nomor handphone," tambahnya.

Masih dalam diskusi yang sama, ekonom Indef, Berly Martawardaya menyayangkan, tingginya potensi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia tidak dibarengi dengan peningkatan sistem keamanan data.

"E-commerce menjadi motor penggerak ekonomi digital utama, lalu kemudian disusul ride hailing, online travel dan online media. Namun sangat disayangkan semuanya ini belum diimbangi dengan penguatan sistem keamanan data," kritik Berly.

Di Indonesia, kata dia, digital security Indonesia di tahun 2020 masih rendah bila dibandingkan dengan negara lain di Asean. Indonesia tercatat hanya menduduki rangking 79 tahun 2020.

"Ini perlu kerja keras pemerintah dan semua komponen untuk memperkuat digital security dan mendorong pengesahan UU perlindungan data pribadi sebagai payung hukumnya," tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya