Berita

Mantan presiden Georgia, Mikhail Saakashvili/Net

Dunia

AS Terus Pantau Perkembangan di Georgia Usai Pemilihan, Pastikan Mantan Presiden Saakashvili Diperlakukan Adil

SELASA, 05 OKTOBER 2021 | 07:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Georgia Dream, partai yang berkuasa di Georgia, menang telak dalam pemungutan suara yang berlangsung di Georgia, dengan perolehan 46,6 persen suara yang dilaporkan. Menyusul di belakangnya Partai Gerakan Nasional Bersatu, partai-nya mantan presiden Mikheil Saakashvili, dengan 30,5 persen suara.

Ada yang menarik dari pemililahn lokal tahun ini. Pemungutan suara kali ini dipandang sebagai ujian kritis untuk mengakhiri kebuntuan politik selama berbulan-bulan.

Pemilihan lokal yang dilakukan serentak di ibukota Tbilisi dan empat kota lainnya ini, berjalan dengan baik tetapi dibayangi oleh penangkapan Saakashvili yang baru kembali dari pengasingannya.


Georgia telah menghadapi kebuntuan politik sejak pemilihan yang disengketakan tahun lalu mendorong partai oposisi utama untuk memboikot parlemen.

Pengamat OSCE mengatakan, diluar masalah kembalinya sang mantan presiden, pemilihan lokal di Georgia telah dirusak oleh tuduhan intimidasi yang tersebar luas dan konsisten, pembelian suara, dan tekanan pada kandidat dan pemilih.

Usai pemungutan suara, orang-orang berkumpul dalam sebuah aksi protes seperti yang telah diduga sebelumnya.

Senin (4/10) para pendukung Saakashvili mengibarkan bendera Georgia dan meneriakkan nama Saakashvili, di luar penjara di Rustavi, tenggara Tbilisi, tempat mantan presiden ditahan sejak penangkapannya setelah kembali ke negara itu pekan lalu.

Saakashvili ditahan di Georgia menjelang pemilihan. Dia telah dijatuhi hukuman in absentia atas dua kasus pidana terkait penyalahgunaan kekuasaan dengan total enam tahun penjara.

Dia kembali ke Tbilisi dari pengasingannya untuk "mempertahankan kebebasan Georgia" seperti yang dikatakannya.

Para pengamat menilai, kepulangan Saakashvili ke tanah airnya, bagaimana pun, tidak dapat membantu partainya untuk memenangkan pemilihan. Kepulangannya bahkan dapat dilihat sebagai faktor negatif.

Pendukung Saakashvili bersumpah untuk menggelar protes massal dalam beberapa hari mendatang. Pengacaranya, seperti dilaporkan TASS, mengatakan bahwa Saakashvili melakukan aksi mogok makan sebagai protes atas penangkapannya.

Amerika Serikat pun akhirnya turun tangan. Melalui Juru Bicara Departemen Luar Negeri,  AS mengatakan pada Senin (4/10) bahwa Washington memperhatikan perkembangan di Georgia dan mendesak pemerintah di Tbilisi untuk memastikan Saakashvili diperlakukan secara adil.

"Kami mengikuti perkembangan dengan sangat cermat," kata Ned Price dalam jumpa pers reguler, Senin (4/10).

"Kami mendesak pihak berwenang Georgia untuk memastikan bahwa Tuan Saakashvili diberikan perlakuan yang adil sesuai dengan hukum Georgia, dan komitmen serta kewajiban hak asasi manusia internasional Georgia."

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

UPDATE

Jejak Bakti Jenderal Sigit di Pelosok Negeri Bukti Pujian Presiden bukan Pepesan Kosong

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:27

Presiden Tiba di Kompleks Parlemen, Disambut Ketua DPD dan Ketua MPR

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:24

Sidang Tahunan 2026 Dipersingkat Mengejar Waktu Salat Jumat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:21

Jokowi Hadiri Sidang Tahunan MPR, Megawati Absen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

LSAK: Maraknya OTT KPK Isyaratkan Darurat Reformasi Sistem Pilkada

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:17

Pasar Karbon Berpotensi Tarik Investasi Hijau

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Saham Nokia Naik 3,31 Persen, Prospek Bisnis AI Jadi Perhatian

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Pengamanan Diperketat Jelang Sidang MPR-DPR, Rantis dan Helikopter Disiagakan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:02

Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah untuk Hindari Konflik Kepentingan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:00

Selengkapnya