Berita

Aktivis Kemanusiaan dan HAM Natalius Pigai/Net

Hukum

Buntut Pernyataan Diduga Rasis, Natalius Pigai Dipolisikan

SENIN, 04 OKTOBER 2021 | 15:56 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Aktivis kemanusiaan dan HAM Natalius Pigai dipolisikan oleh Relawan Joko Widodo Barisan Relawan Nusantara (Baranusa) akibat pernyataanya yang diduga rasis.

Ketua Umum Baranusa, Adi Kurniawan mengatakan, pernyataan Natalius Pigai tersebut sangat tidak pantas dilontarkan karena dikhawatirkan bakal membahayakan keutuhan negara dan persatuan bangsa.

"Ada orang seperti ini menjadi sebuah ancaman jadi menurut kita Pigai ini racun. Justru Pigai bisa membahayakan orang-orang Papua," kata Adi di Mapolda Metro Jaya, Senin siang (4/10).


Disamping itu, tambah Adi, pernyataan Pigai justru akan membangun konflik yang semakin tajam antara orang-orang di Pulau Jawa dengan Papua.  

"Jadi menurut kita penting Pigai ditindak hukum," tandas Adi menyayangkan.

Sementara itu, kuasa hukum Baranusa, Muhammad Zaenal Arifin menjelaskan, bahwa mereka diminta oleh Polda Metro Jaya untuk membuat laporan di Bareskrim Polri dalam hal ini Direktorat Tindak Pidana Siber.

"Tadi kami sudah ke SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) dan ini Polda tidak nolak tapi penting menurut kami diperkuat di Mabes Polri," tandas Muhammad Zaenal Arifin.

Dikatakan Zaenal Arifin, perlunya koordinasi dengan Mabes Polri lantaran perkara ini merupaka isu nasional.

"Karena isu nasional dan kedua ini ada terkait Jawa Tengah di situ," demikian Zaenal.

Sebelumnya, mengingatkan agar rakyat Papua tidak terkecoh dengan sosok Joko Widodo dan Ganjar Pranowo. Dengan mengunggah video gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sedang makan Papeda lengkap dengan mengenakan souvenir Papua yang terbuat dari bulu Kasuari.

Pigai menganjurkan rakyat Papua agar tidak percaya dengan orang Jawa Tengah seperti Ganjar Pranowo, Presiden Jokowi.“Jangan percaya orang Jawa Tengah Jokowi dan Ganjar,” ujar Natalius Pigai dalam pernyataan terbuka, Jumat (1/10). 

Menurut Pigai, selama ini kekayaan rakyat Papua dikuras. Bukan saja itu, warga Papua juga kerap mendapat perlakuan rasisme.

“Mereka merampok kekayaan kita, mereka bunuh rakyat Papua, injak-injak harga diri bangsa Papua dengan kata-kata rendahan Rasis, monyet dan sampah.”

Pigai menyebut dirinya sebagai penantang ketidakadilan siap melawan. “Kami bukan rendahan. kita lawan ketidakadilan sampai titik darah penghabisan. Saya Penentang Ketidakadilan,” pungkas Pigai.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Negara Hadir, Penanganan Gempa NTT Dilakukan Cepat dan Terkoordinasi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:26

Legislator PDIP Anggap Semu Keberhasilan Swasembada Pangan Pemerintah

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:18

Anggota PJ91 Gelar Plogging di Lapangan Utama Jamnas 2026

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:01

Dinamika Internal Organisasi Jelang Muktamar NU Makin Panas

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:46

HNI Berkontribusi dalam Gerakan Perekonomian dan Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:38

Program Prabowo Perkuat Layanan Kesehatan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:23

Tantangan Membangun Sistem Pertahanan Udara Nasional

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00

Transformasi BRI Tuai Pengakuan Global

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:52

Dampak Gempa NTT, Wings Air Batalkan 8 Penerbangan di Ende

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:28

Pemerintah Kerahkan Personel Gabungan ke Daerah Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya