Berita

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam/RMOLJateng

Kesehatan

Waspada, Kasus Covid-19 Semarang Diprediksi Melonjak di Akhir Oktober

SENIN, 04 OKTOBER 2021 | 09:15 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kasus Covid-19 di Kota Semarang diprediksi akan mengalami kenaikan di akhir Oktober dan Desember mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam mengatakan, prediksi tersebut merujuk pada grafik data tahun 2020 serta angka vaksinasi, dan penerapan protokol kesehatan.

Menurut Hakam, jika PPKM ditiadakan, diprediksi ada peningkatan kasus pada Oktober dan Desember sebanyak 190-200 kasus.


"Kami belajar dari 2020. Angka kasus Covid-19 dari mesin learning yang kami masukan, kalau tidak ada PPKM darurat nanti ada peningkwtan kasus di Oktober akhir antara 200 dan akhir Desember 190-200 kasus," jelas Hakam diberitakan Kantor Berita RMOLJateng, Senin (4/10).

Oleh karenanya, pihaknya sedini mungkin mengantisipasi lonjakan kasus dengan terus melakukan skrining. Selain itu, DKK juga terus mengadakan ramdom sampling di berbagai sektor. Bahkan dalam satu bulan ini sudah ada 10 ribu sampel yang dilakukan skrining oleh tim dari DKK Semarang.

"Ini minggu keempat kami melakukan skrining menyasar tempat-tempar umum, seperti restoran dan kafe. Sebelumnya, kami skrining ke sekolah, pasar tradisional dan modern, dan perkantoran," jelasnya.

Kali ini, tracing terhadap kontak erat tifka hanya dilakukan pada 15 orang kontak erat sesuai fast response penilaian level 1. Namun kini menjadi 21 kontak erat jika terjadi 1 kasus baru.

"Saat ini tracing sudah 100 persen. Kasusnya tidak banyak, jadi daerah mana terdapat kasus, kami langsung ke sana," tututrnya.

Selain itu, edukasi terhadap protokol kesehatan kepada masyarakat tetap dilakukan sebagai kunci utama antisipasi penyebaran Covid-19. TNI, Polri, Satpol PP, kecamatan, dan kelurahan masih terus mengawasi aturan PPKM yang masih berlaku.

"Grafik protokol kesehatan setiap minggu naik. Analisa dilakukan teman-teman dari masing-masing puskesmas," tandasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya