Berita

Obat Covid-19, Molnupiravir/Net

Kesehatan

Anthony Fauci Puji Molnupiravir, Obat Covid-19 yang Mampu Pangkas Rawat Inap dan Kematian

MINGGU, 03 OKTOBER 2021 | 06:03 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Molnupiravir menjadi primadona dalam beberapa hari terakhir. Obat antivirus ini diklaim mampu mengurangi rawat inap dan kematian akibat Covid-19 hingga setengahnya.

Kepala penasihat medis Gedung Putih, Anthony Fauci juga telah memberikan pengakuan atas kehebatan molnupiravir. Ia menyebut, data dari uji klinis menunjukkan hasil yang luar biasa.

Berdasarkan data yang dirilis pada Kamis malam (30/9), tidak ada satu pun dari subjek uji yang menerima molnupiravir meninggal, dibandingkan dengan delapan peserta meninggal yang menerima plasebo.


Meski telah memberikan pujian, Fauci bungkam perihal langkah Administrasi Obat dan Makanan untuk memberikan izin obat yang dikembangkan oleh raksasa farmasi, Merck, dan mitranya, Ridgeback Biotherapeutics.

"Kami selalu ragu untuk membuat batas waktu. Tetapi FDA akan bergerak secepat mungkin untuk meninjau data uji coba," kata Fauci, seperti dimuat Sputnik.

Di sisi lain, Gubernur Florida dari Partai Republik Ron DeSantis dilaporkan telah menjual molnupiravir setelah mendapat temuan dari Organsasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Kami mendirikan 25 situs antibodi monoklonal di seluruh Florida, dan kami telah melihat sekitar 70 persen pengurangan rawat inap Covid-19," tulis DeSantis di saluran Telegramnya.

Jika mendapatkan izin, molnupiravir menjadi obat antivirus pertama untuk pasien Covid-19 yang diberikan secara oral kepada pasien yang belum menerima perawatan di rumah sakit.

Pada awalnya, molnupiravir dikembangkan untuk mengobati influenza, dengan merusak kode genetik virus. Bukan seperti vaksin yang umumnya menyasar protein lonjakan di luar virus, molnupiravir bekerja dengan menargetkan enzim yang dipakai virus untuk membuat replika dirinya.

Dengan cara kerja ini, molnupiravir dinilai mampu melawan berbagai varian baru virus yang ada dan kemungkinan muncul di masa depan.

Hasil uji klinis terhadap 775 pasien yang dilakukan Merck menunjukkan, sebanyak 7,3 persen dari mereka yang diberikan molnupiravir dirawat di rumah sakit dibandingkan dengan 14,1 persen pasien yang diberi plasebo. Hasilnya tidak ada kematian pada kelompok yang diberikan molnupiravir, sedangkan ada delapan pasien yang mendapat perawatan plasebo meninggal karena Covid-19.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya