Berita

Ketua Dewan Pakar PP MES Perry Warjiyo/Repro

Bisnis

Sasar Pasar Global, MES Dorong Penerapan Inovasi Teknologi Digital di Produk Keuangan Syariah

SABTU, 02 OKTOBER 2021 | 18:07 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dewan Pakar Pengurus Pusat (PP) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) memberikan sejumlah pesan yang sedianya bisa menjadi perhatian serius dalam rangka memajukan ekonomi keuangan syariah Indonesia melalui ekosistem yang terintegrasi.

Sebab, melalui ekosistem yang terintegrasi, MES bisa memperkuat, memperluas jaringan ke depannya terutama pada sektor halal food maupun sektor-sektor lainnya.  

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pakar PP MES Perry Warjiyo dalam acara Muhadatsah Dewan Pakar MES Edisi Keempat bertajuk "Integrasi Ekosistem Usaha Syariah Sektor Halal Food: Menuju Surga Kuliner Halal Dunia, melalui Integrasi Nilai Pasok" pada Sabtu sore (2/10).


"Pertama, saya berpandangan, integrasi tentu saja dari satu mata rantai produksi keuangan pemasaran. Inilah bagaimana kita membangun ekosistem end to end process, dari produksi keuangan, pemasaran, sampai kemudian di konsumen. Tidak hanya lokal, nasional, tapi juga global," kata Perry.

"Itu yang kita sebut ekosistem dari sisi value end to end process. Dari produksi sampai ke tangan konsumen," imbuhnya menegaskan.

Selanjutnya, yakni tentang bagaimana membangun integrasi dalam konteks usaha. Tentu saja, kata Perry, Dewan Pakar PP MES menginginkan agar berjamaah dan bersilaturahmi serta tolong menolong harus di kedepankan, untuk tujuan membangun ekonomi keuangan syariah.

Selain itu Perry juga menginginkan adanya pembahasan mengenai peranan petani, pesantren, usaha kecil untuk membangun sinergi koordinasi berjamaah tidak hanya dalam produksi, tapi juga pemasaran produk keuangan syariah bisa sampai ke tangan konsumen.

"Bagaimana kopontren-kopontren atau juga usaha-usaha lain juga berhubungan dengan yang usaha besar. Itulah semangat kita bersilaturahim dalam bisnis dari kecil, menengah, sampai kemudian besar," tutur Perry.

"Ekosistem integrasi dalam skala usaha yang tentu saja saling mendorong, saling tolong menolong untuk memajukan ekonomi keuangan syariah," tambahnya.

Lalu, pola dan strategi untuk mempercepat dan mempererat ekosistem integrasi, baik dari sisi proses produksi maupun dari sisi skala usaha, ini yang harusnya dilakukan inovasi-inovasi untuk memperkuat mempercepat integrasi ekonomi itu sendiri.

Gubernur Bank Indonesia ini memprediksi digitalisasi bisa menjadi salah satu solusi bagaimana dari produksi sampai kepada pemasaran produk syariah dan halal  bisa dilakukan secara optimal.

Sebagai contoh, Perry sudah melihat penerapan teknologi digital di pesantren yang memudahkan dalam proses produksi dan juga pemasaran, hingga akhirnya memperluas skala usaha.

Maka dari itu, Perry mendorong inovasi melalui digitalisasi bisa digalakkan, guna memperkuat integrasi ekonomi baik dari sisi produksi, pemasaran maupun juga integrasi ekosistem dari skala usaha.

"Karena moto di dalam muhadatsah dewan pakar adalah 'yang sulit kita mudahkan, yang gelap kita terangkan'. Semoga membawa keberkahan bagi ekonomi keuangan syariah Indonesia, keberkahan dari Allah SWT, bagi kita semua," Tutup.

Selain Perry, turut hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut antara lain CEO Kopontren Al-Ittifaq Bandung Agus Setia Irawan, Owner PT Halalan Thayyiban Puspo Wardoyo. Hadir pula Penanggap dalam diskusi daring tersebut antara lain Anggota Dewan Pakar PP MES Iwan P. Pontjowinoto, dan Anggota Dewan Pakar PP MES Iskandar Zulkarnain.

Selain itu, hadir pula para pengurus pusat (PP) MES dan pengurus wilayah MES, serta para peserta webinar dari berbagai latarbelakang profesi.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya