Berita

Aksi protes di Baytown, Texas, terhadap kebijakan Rumah Sakit Metodis Houston yang memaksa pekerja untuk divaksinasi.Kredit/Net

Dunia

Menolak Divaksin, Ribuan Guru di Kota New York Terancam Jadi Pengangguran

SABTU, 02 OKTOBER 2021 | 08:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ribuan guru di Kota New York terancam kehilangan pekerjaan setelah Mahkamah Agung AS menolak permintaan untuk mencabut perintah wajib vaksin bagi institusi mereka pada Jumat (1/10) waktu setempat.

Adalah Hakim Sonia Sotomayor yang dengan cepat memberikan jawaban penolakan untuk permohonan tersebut. Sotomayor, yang menangani pengajuan darurat dari New York, tidak memberikan komentar atas keputusannya itu.

Reuters
melaporkan, mandat vaksin Kota New York untuk staf sekolah mulai berlaku pada pukul 5 sore pada hari Jumat waktu Amerika.


Walikota Bill de Blasio memerintahkan wajib vaksinasi pada Agustus, dengan mengatakan 148.000 pegawai sekolah di New York harus mendapatkan dosis vaksin pertama mereka pada 27 September. Sekitar 18 persen staf, termasuk 12 persen guru, dilaporkan belum disuntik hingga tenggat waktu datang.

Pengacara para guru yang memperjuangkan mandat di pengadilan berpendapat bahwa keputusan hakim akan melanggar hak dasar mereka untuk mendapat pekerjaan.

Mereka juga mengatakan perintah itu tidak adil karena banyak pekerja kota lain yang memiliki kontak dengan masyarakat, seperti polisi dan petugas pemadam kebakaran, diizinkan untuk mengambil tes Covid-19 mingguan daripada melakukan vaksinasi.

Dengan keputusan hari Jumat itu, Mahkamah Agung kini telah menolak untuk campur tangan dalam dua kasus yang menantang mandat vaksin sekolah.

Pada Agustus, Hakim Amy Coney Barrett menolak banding atas tuntutan mahasiswa yang berusaha untuk membatalkan mandat vaksin Universitas Indiana.

Gubernur California Gavin Newsom, yang sebelumnya memerintahkan semua staf sekolah negeri untuk divaksinasi terhadap Covid-19 atau mengikuti tes rutin, mengatakan pada hari Jumat bahwa anak-anak sekolah juga harus melakukan vaksinasi setelah vaksin disetujui untuk kelompok usia mereka.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya