Berita

Menteri Perdagangan Australia Dan Tehan/Net

Dunia

Pembatalan Kesepakatan Kapal Selam dengan Prancis Memukul Upaya Negosiasi Perdagangan Australia Bersama Uni Eropa

JUMAT, 01 OKTOBER 2021 | 10:08 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pembicaraan kesepakatan dagang antara Australia dan Uni Eropa ditunda setelah Canberra membatalkan kesepakatan pembelian kapal selam dengan Prancis.

Menteri Perdagangan Austaralia Dan Tehan pada Jumat (1/10) mengumumkan, penundaan negosiasi putaran ke-12 dengan Uni Eropa dilakukan selama sebulan, yang sebelumnya dijadwalkan pada 12 Oktober.

"Saya akan bertemu dengan mitra Uni Eropa saya Valdis Dombrovskis untuk membahas putaran negosiasi ke-12 pada November, bukan Oktober," kata Tehan, seperti dimuat Reuters.


Bulan lalu, Australia membatalkan kesepakatam untuk membangun armada kapal selam konvensional dengan Grup Angkatan Laut Prancis yang bernilai 40 miliar dolar AS.

Sebagai gantinya, Australia akan membangun setidaknya delapan kapal selam bertenaga nuklir dengan teknologi dari Amerika Serikat dan Inggris yang merupakan salah satu bagian dari kemitraan AUKUS.

Pembatalan itu membuat marah Prancis, yang menuduh Australia dan Amerika Serikat menikamnya dari belakang. Paris menarik duta besarnya dari Canberra dan Washington.

Dalam solidaritas dengan Prancis, presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mempertanyakan apakah blok itu dapat mencapai kesepakatan perdagangan dengan Australia.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya