Berita

Politikus AS, Jeff Flake/Net

Dunia

Calon Dubes AS untuk Turki Kobarkan Ancaman Sanksi Washington jika Ankara Berani Teruskan Pembelian S-400 Rusia

KAMIS, 30 SEPTEMBER 2021 | 15:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Hubungan Turki dan Amerika Serikat semakin panas, terlebih setelah Ankara bersikeras membeli S-400 buatan Rusia meski dibayangi sanksi Washington.

Jeff Flake, calon utusan terbaru Joe Biden untuk Turki memperjelas ancaman Washington kepada Ankara. Ia mengatakan bahwa Turki akan menghadapi sanksi lebih lanjut jika berani membeli lebih banyak senjata Rusia.

“Terlepas dari upaya tak kenal lelah Amerika Serikat untuk mengatasi kebutuhan keamanan Turki, Turki masih memilih untuk membeli dan menguji coba sistem S-400 Rusia,” kata Flake dalam sambutannya kepada Komite Hubungan Luar Negeri Senat, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (30/9).


Flake, mantan senator Partai Republik, dinominasikan oleh Biden awal tahun ini. Flake adalah salah satu dari sedikit Republikan yang memutuskan hubungan dengan mantan Presiden Donald Trump selama bulan-bulan terakhir kepresidenannya.

Mantan anggota Partai Republik itu akan menghadapi tugas yang sulit mengingat hubungan antara Washington dan Ankara telah jatuh ke posisi terendah baru.

Pekan lalu, presiden Turki mengatakan negaranya akan membeli lebih banyak senjata Rusia dan menuduh AS mendukung teroris. Dia juga mengatakan hubungan dengan pemerintahan Biden 'tidak dimulai dengan benar'.

“Saya juga akan memperingatkan Turki bahwa setiap pembelian senjata Rusia di masa depan berisiko memicu sanksi CAATSA lebih lanjut selain yang sudah diberlakukan.”

Namun demikian dia juga mengatakan bahwa dirinya akan mendorong Turki untuk membeli senjata pertahanan AS agar militer Turki dapat bekerja sama dengan NATO.

Terlepas dari kemitraan pertahanan, Flake mengatakan Turki adalah mitra ekonomi yang penting, dengan AS menjadi sumber impor terbesar keempat Turki.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya