Berita

Tentara NATO berpatroli di dekat Jarinje pada 28 September, ketika komunitas internasional, yang dipimpin oleh Uni Eropa, menyerukan pembicaraan untuk meredakan ketegangan antara Serbia dan Kosovo/Net

Dunia

Berkunjung ke Pristina, Von der Leyen Ingatkan Serbia dan Kosovo untuk Redam Ketegangan

KAMIS, 30 SEPTEMBER 2021 | 13:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Uni Eropa meminta Kosovo dan Serbia untuk menyelesaikan perselisihan mereka melalui dialog dan untuk mengurangi ketegangan yang meningkat baru-baru ini atas perselisihan plat nomor.

Selama kunjungannya ke Pristina, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengingatkan agar kedua negara menormalkan hubungan mereka, terutama jika keduanya ingin bergabung dengan UE.

Von der Leyen berada di ibu kota Kosovo pada Rabu (29/9) sebagai bagian dari tur regionalnya sebelum KTT Uni Eropa-Barat Balkan minggu depan.


Selama pertemuannya dengan Perdana Menteri Kosovo Albin Kurti, Von der Leyen menggambarkan dialog yang difasilitasi Uni Eropa itu sebagai satu-satunya platform untuk menyelesaikan krisis saat ini, seperti dikutip dari AFP,

Selama lebih dari seminggu warga Serbia di Kosovo melakukan aksi protes atas aturan pemerintahan Kosovo yang mewajibkan mereka mengganti pelat nomor saat memasuki wilayah Kosovo.

Pemerintah Kosovo mengatakan langkah itu sebagai pembalasan atas tindakan yang berlaku di Serbia terhadap pengemudi dari Kosovo sejak 2008, ketika Kosovo mendeklarasikan kemerdekaan dari Serbia. Beograd tidak mengakui kemerdekaan Kosovo dan oleh karena itu haknya untuk mengambil tindakan resmi seperti mendaftarkan mobil.

Pemerintah Kosovo telah mengerahkan pasukan polisi khusus ke perbatasan Jarinje dan Brnjak untuk memberlakukan aturan baru, sementara jet dan helikopter militer Serbia telah terbang di dekat perbatasan dalam unjuk kekuatan yang nyata. Pasukan penjaga perdamaian KFOR yang dipimpin NATO di Kosovo telah meningkatkan patroli di perbatasan dengan Serbia.

Uni Eropa, NATO, dan Amerika Serikat telah mendesak Pristina dan Beograd untuk menahan diri.

Von der Leyen mengunjungi enam negara Balkan Barat hanya beberapa hari sebelum Uni Eropa akan mengadakan pertemuan puncak dengan negara-negara Balkan Barat pada 6 Oktober.

Albania, Bosnia-Herzegovina, Kosovo, Montenegro, Makedonia Utara, dan Serbia berada pada tahap yang berbeda di jalur keanggotaan UE.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya