Berita

Menko Polhukam, Mahfud MD/Net

Politik

Indeks Demokrasi Menurun, Mahfud MD: Bukan Karena Penangkapan, Budaya Demokrasinya yang Turun

KAMIS, 30 SEPTEMBER 2021 | 08:09 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Penurunan Indeks Demokrasi di Indonesia tak bisa diartikan sebagai pemerintah telah represif terhadap rakyat. Karena ada berbagai faktor yang turut memengaruhi indeks itu selain pemerintahan.

Demikian penilaian Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD saat berdialog dengan Rektor Universitas Paramadina, Didik J Rachbini, melalui media sosial Twitter Space, Rabu malam (29/9).

Penurunan Indeks Demokrasi di Indonesia merupakan masalah bersama. Sehingga, menurut Mahfud, bukan hanya harus dipecahkan oleh Pemerintah, tetapi juga oleh seluruh elemen masyarakat.


"Indeks Demokrasi turun bukan bertumpu pada pemerintah saja, melainkan penilaiannya ada budaya demokrasi. Kalau demokrasi mau disebut pemilihan umum, itu justru nilainya tinggi," jelas Mahfud

Dituturkan Mahfud, skor demokrasi Indonesia, terutama terkait dengan penyelenggaraan pemilihan umum, justru relatif baik. Lantaran tiap pihak bebas berkampanye dan mencalonkan diri.

Namun, skor demokrasi Indonesia berubah buruk ketika menyangkut masalah kebebasan berekspresi. Karena, lanjut Mahfud, ada masyarakat yang cenderung menggunakan kekerasan ketika berekspresi dan menyampaikan pendapat.

"Bukan karena penangkapan (indeks demokrasi turun), budaya demokrasinya yang turun," terang mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Lebih lanjut, Mahfud memastikan pemerintah berkomitmen memenuhi hak-hak berpendapat warga melalui revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

"Kami buat (revisi) UU (ITE) itu agar orang berbicara tidak usah ditangkap, tetapi bisa didamaikan," ucapnya.

Lembaga peradilan di Indonesia tidak akan sembarang menghukum orang. Untuk itu, Mahfud meminta aparat penegak hukum tidak serta-merta menangkap orang yang dilaporkan karena ucapannya di muka umum.

"Tidak usah ditangkap, didamaikan saja orangnya. Kalau tidak bisa didamaikan, baru bisa diproses secara hukum," tandas Mahfud MD.

Menurut laporan The Economist Intelligence Unit, Indeks Demokrasi Indonesia pada 2020 berada di peringkat 64. Alhasil, Indonesia pun masuk kategori demokrasi belum sempurna (flawed democracy).

Hal ini senada dengan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) yang dievaluasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tiap tahun yang menunjukkan adanya penurunan skor rata-rata nasional. Dari 74,92 pada 2019, menjadi 73,66 pada 2020.

Meski menurun, rata-rata skor IDI pada 2020 masih lebih tinggi dibanding skor pada 2018 sebesar 72,39.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

OIKN Siapkan Rangkaian Prosesi Penghormatan dan Pemakaman Troy Pantouw

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25

Tugu Koperasi Tasikmalaya Direvitalisasi Jadi Cagar Budaya Nasional

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:18

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:11

Lesley Simpson Racik Drama Psikologis Bunga di Tepi Jurang

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05

Indonesia Harus Terdepan Gerakkan Dunia Internasional Selamatkan Gaza

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00

SMRC Catat Kepuasan Publik terhadap Prabowo Turun 30 Persen

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:58

Mantri BRI Jangkau Masyarakat Pegunungan Toraja Utara Hadirkan Layanan Perbankan

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:28

Sudaryono Jangan Sesatkan Publik soal Mitos Telur Penyebab Bisul

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:19

KPK Usut Dugaan Suap ke Pejabat Pemkot Bengkulu

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:12

Kemenkes Perluas Skrining HIV, Putus Rantai Penularan di Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 12:42

Selengkapnya