Berita

Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan/Ist

Nusantara

Vaksinasi Remaja Bandung Masih Rendah, DPRD Ketar-ketir

RABU, 29 SEPTEMBER 2021 | 15:07 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Capaian vaksinasi remaja di Kota Bandung masih rendah, yakni baru mencapai angka 26,33 persen.

Rendahnya angka vaksinasi dinilai bisa menjadi kekhawatiran masyarakat akan terjadinya klaster Covid-19 di sekolah-sekolah.

"Jangan sampai kekhawatiran masyarakat yang sekarang muncul (jadi nyata) karena ada kejadian (klaster) di luar Jabar," kata Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Bandung, Rabu (29/9).


Menurutnya, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan harus mampu membuat suatu strategi untuk dapat mengakselarasi vaksinasi remaja di Kota Bandung. Meski sejauh ini belum ada laporan adanya klaster sekolah di Kota Bandung.

"Sejauh ini belum ada laporan, aman-aman saja, karena kita tidak sekaligus. Pertama 300-an sekolah dulu, baru naik lagi. Jadi harus dikejar harus terus didorong," ungkap Tedy diberitakan Kantor Berita RMOLJabar.

Selain itu, Tedy merespons positif terkait wacana Kementerian Kesehatan melakukan tes acak Covid-19 di instansi pendidikan. Kemenkes telah membuat skema pembiayaan Rp 515,5 miliar untuk kebutuhan testing yang dilakukan di sekolah-sekolah.

Menurutnya, tes acak tersebut perlu dilakukan di lokasi rawan terjadi klaster, termasuk di perkantoran, instansi pendidikan, hingga pasar tradisional. Secara teknis, Dinkes dan Disdik Kota Bandung dapat bersinergi dalam merumuskan strategi tes acak tersebut.

"Bisa dikatakan penting (tes acak), sebagai pencegahan dan deteksi dini. Kekhawatiran itu ada, tapi tidak besar selama prokes dijaga dengan ketat dan vaksin," tandasnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya