Berita

TikTok/Net

Dunia

Rusia Segera Rilis Yappy, Aplikasi Lokal Saingan TikTok China

RABU, 29 SEPTEMBER 2021 | 10:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kepopuleran aplikasi berbagi video buatan China, TikTok, menginspirasi salah satu perusahaan Rusia untuk membuat produk serupa.

Menurut rencana, Gazprom-Media Rusia akan meluncurkan aplikasi yang mereka beri nama 'Yappy' pada akhir tahun ini, mencoba peruntungan melawan TikTok, platform yang paling banyak diunduh di dunia saat ini.

Sama seperti TikTok, Yappy merupakan sebuah aplikasi di mana pengguna dapat membuat video vertikal hingga 60 detik. Ini ditujukan untuk orang Rusia berusia 14-34 tahun.


Sementara TikTok sangat populer di Rusia, dan , para ahli yang ditanyai oleh surat kabar Moskow Kommersant tidak yakin apakah Yappy akan mampu bersaing dengan raksasa China itu.

Alexander Kuksa, kepala blogger lembaga Salo mengaku pesimis dengan langkah tersebut, mengingat kepopuleran TikTok yang saat ini merupakan jejaring sosial paling populer keempat di negara itu.

“Untuk bersaing dengan TikTok, Anda harus menghabiskan miliaran rubel. Atau ratusan juta untuk mengambil pangsa pasar yang kecil,” kata Kuksa, seperti dikutip dari Russian Today.

Awal tahun ini, pengadilan Rusia mendenda Tiktok 2,5 juta rubel karena gagal menghapus konten ilegal yang menghasut anak di bawah umur untuk berpartisipasi dalam protes tidak sah di Moskow.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya