Berita

Orang-orang berkumpul selama protes terhadap vaksin Covid yang diamanatkan dan paspor vaksin, di New York City, 27 September 2021/Net

Dunia

Kota New York Dikepung Pendemo, Tuntut Hapus Aturan Wajib Vaksin dan Paspor Covid

SELASA, 28 SEPTEMBER 2021 | 16:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Para pengunjuk rasa mengepung New York City dan sekitarnya, menuntut pihak berwenang mencabut perintah vaksinasi wajib yang ditujukan untuk kategori pekerja tertentu serta sistem paspor yang diterapkan di NYC.

Reuters melaporkan, massa yang diperkirakan berjumlah sekitar seribu orang terlihat berbaris di Manhattan, Staten Island , dan di tempat lain di kota pada Senin sore dan malam (27/9) waktu setempat.

Dari rekaman video yang beredar di dunia maya, mereka terdengar meneriakkan "Tubuhku, pilihanku!" menggemakan slogan aktivis pro-aborsi, serta “Tidak berarti tidak!”


Banyak juga dari pendemo yang meneriakkan kata-kata kasar untuk Presiden AS Joe Biden dan Walikota NYC Bill De Blasio. Yang lain terlihat mengibarkan spanduk menentang mandat vaksin dan paspor digital.

Demonstrasi lain juga meletus di bagian utara, seperti di Rochester, di mana satu kelompok berkumpul untuk memprotes mandat vaksin bagi petugas kesehatan di luar Strong Memorial Hospital.

Sebuah karavan protes juga melewati Staten Island sebelumnya pada hari Senin, dilaporkan melakukan perjalanan ke sejumlah sekolah umum setempat untuk memprotes mandat yang akan datang. Dipimpin oleh sebuah mobil pick-up berwarna putih, arak-arakan yang riuh itu terlihat membawa berbagai macam tanda dan spanduk berwarna-warni di jalan yang ramai.

Selain mandat untuk jenis pekerja tertentu, sejak pertengahan Agustus, warga New York juga harus menunjukkan bukti bahwa mereka menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19, atau dilarang masuk ke restoran dan sejumlah ruang publik tertutup lainnya.

New York adalah kota besar pertama di AS yang meluncurkan 'paspor' seperti itu, mencerminkan kebijakan yang diterapkan di Prancis dan di tempat lain di luar negeri. Negara bagian dan daerah lain, seperti Hawaii, telah mengadopsi sistem izin vaksin serupa.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya