Berita

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte senang bersepeda ke tempat kerjanya/Net

Dunia

Diduga Risih Karena Terima Pengamanan Ekstra, PM Belanda Terlibat Bentrok Sengit dengan Pengawalnya

SELASA, 28 SEPTEMBER 2021 | 14:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dikabarkan terlibat bentrokan sengit dengan para pengawalnya. Bentrokan tersebut diduga akibat ketidaknyamanan Rutte yang mendapat pengamanan ekstra setelah muncul kabar bahwa dirinya menjadi sasaran penculikan yang diduga akan dilakukan Mafia Maroko.

Badan intelijen Belanda sebelumnya dilaporkan mendapat informasi bahwa Rutte sedang diawasi oleh pengintai dalam kejahatan terorganisir, dan bahwa dia mungkin diserang atau dibunuh, pada awal September.

Rutte dikenal senang bersepeda dan berjalan kaki ke kantornya, dan itu telah membuat dinas keamanan ingin memberinya pengamanan dalam bentuk kehadiran fisik. Namun diduga PM Belanda risih dengan hal itu.

“Perdana Menteri sementara tidak menganggap informasi itu cukup konkret dan dia tidak menginginkan keamanan yang terlihat,” kata sebuah sumber, seperti dikutip dari Times, Selasa (28/9).

Sumber tersebut juga mengatakan bahwa Rutte tak mau berhenti membawa sepedanya ke tempat kerja.

“Dia hanya ingin bisa tampil di jalan, dan saya mengerti itu. Tapi masih dianggap masuk akal untuk bekerja sama. Karena Anda bisa melindungi diri sendiri dengan banyak cara berbeda,” kata sumber itu.

Penolakan Rutte untuk keamanan ekstra menyebabkan gangguan dalam dinas keamanan, yang secara internal mengeluh bahwa Perdana Menteri menempatkan kepentingannya sendiri di atas kepentingan nasional.

Populer

Penumpang Pesawat Wajib PCR, Pimpinan Komisi IX: Kenapa Kebijakan Jadi Jakarta Sentris?

Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:20

Moeldoko Mencoreng Muka Sendiri dengan Menyerang Mahfud MD

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:14

Margarito Kamis: Penyelenggara Kongres atau KLB Partai adalah Pengurus DPP Sah

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:25

KPK Temukan Dokumen Catatan Aliran Uang Kasus Suap Perpanjangan Izin HGU Sawit di Kuansing

Jumat, 22 Oktober 2021 | 18:37

Tak Bermanfaat Bagi Papua, Jokowi Diminta Tinjau Ulang Pembangunan Smelter di Gresik

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:52

Dua Tahun Pimpin Indonesia, Maruf Amin Seperti Diparkirkan dan Jokowi Ngebut Bareng Luhut Pandjaitan

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:43

Sindiran Mujahid 212: Wajar Jokowi Pilih ke Kalimantan, Frekuensi Mahasiswa yang Demo Belum Disetel

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:49

UPDATE

Profesor Sudarnoto: Statement Ketum PBNU dan Menag Yaqut Berpotensi Melanggar Prinsip Demokrasi

Minggu, 24 Oktober 2021 | 18:18

Fuad Bawazier: Pinjol Lebih Tepat Disebut Pinjaman Jahat Orang Liar

Minggu, 24 Oktober 2021 | 18:13

Demokrat Ingatkan PDIP, Jangan Sibuk Klaim Prestasi

Minggu, 24 Oktober 2021 | 17:43

Deklarasi RKS Pekanbaru, Emak-emak Siap Menangkan Sandiaga Uno di Pilpres 2024

Minggu, 24 Oktober 2021 | 17:26

Memecah Belah Umat, Yaqut Qolil Qoumas Wajib Tarik Pernyataan Kemenag Hadiah Negara untuk NU

Minggu, 24 Oktober 2021 | 17:08

Presiden Poknas Beberkan Strategi Milenial Hadapi Disrupsi

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:50

Gembong Narkoba Paling Dicari di Kolombia Akhirnya Ditangkap, Bak Jatuhnya Pablo Escobar

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:50

Menlu Wang Yi: Inggris Harus Berpikir Dua Kali Ketika Memberi Akses Teknologi Kapal Selam Nuklir ke Australia

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:44

Potret Pilu Afghanistan, Wanita Tua Mengayak Kerikil Demi Cari Sisa Gandum

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:34

Sama-sama Punya "Prestasi" Utang, Muslim Arbi: SBY Bayar Terus, tapi Jokowi Malah Bikin Bangkrut Negara

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:28

Selengkapnya