Berita

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS Sukamta/Net

Politik

Komisi I Tuntut Pangkostrad Beri Penjelasan Gamblang Soal Patung yang Hilang

SELASA, 28 SEPTEMBER 2021 | 13:54 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi I DPR RI meminta pihak Komando Cadangan Startegis Angkatan Darat (Kostrad) untuk memberikan penjelasan yang utuh soal patung yang hilang di Meseum Dharma Bhakti Kostrad.

"Kepada TNI wabil khusus Kostrad, alangkah baiknya kalau memberikan penjelasan segamblang-gamblangnya supaya persoalan ini," kata anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS Sukamta kepada wartawan, Selasa (28/9).

Menurut Sukamta, penjelasan yang utuh dan menyeluruh dari Pangkostrad Letjen Dudung Abdurrachman terkait hilangnya diorama sebagai simbol sejarah sangat diperlukan.

Dengan penjelasan yang utuk, maka spekulasi liar di tengah masyarakat bisa dihindari. 

"Agar tidak menjadi spekulasi, apalagi saat ini zaman medsos. Semoga segera ada penjelasan yang utuh dan gamblang," harapnya.

Sukamta juga menilai pernyataan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo tentang anasir PKI menyusup ke tubuh TNI tetap harus menjadi perhatian bersama.

Di mana Gatot Nurmantyo mengurai bahwa sekalipun PKI sudah dibubarkan tahun 1965, namun anasir pendukung PKI telah berhasil menyusup kembali ke tubuh TNI.

"Apa yang disampaikan Pak Gatot ini tentu perlu menjadi perhatian kita semua," demikian Sukamta.

Populer

Penumpang Pesawat Wajib PCR, Pimpinan Komisi IX: Kenapa Kebijakan Jadi Jakarta Sentris?

Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:20

Moeldoko Mencoreng Muka Sendiri dengan Menyerang Mahfud MD

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:14

Margarito Kamis: Penyelenggara Kongres atau KLB Partai adalah Pengurus DPP Sah

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:25

KPK Temukan Dokumen Catatan Aliran Uang Kasus Suap Perpanjangan Izin HGU Sawit di Kuansing

Jumat, 22 Oktober 2021 | 18:37

Tak Bermanfaat Bagi Papua, Jokowi Diminta Tinjau Ulang Pembangunan Smelter di Gresik

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:52

Dua Tahun Pimpin Indonesia, Maruf Amin Seperti Diparkirkan dan Jokowi Ngebut Bareng Luhut Pandjaitan

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:43

Sindiran Mujahid 212: Wajar Jokowi Pilih ke Kalimantan, Frekuensi Mahasiswa yang Demo Belum Disetel

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:49

UPDATE

Profesor Sudarnoto: Statement Ketum PBNU dan Menag Yaqut Berpotensi Melanggar Prinsip Demokrasi

Minggu, 24 Oktober 2021 | 18:18

Fuad Bawazier: Pinjol Lebih Tepat Disebut Pinjaman Jahat Orang Liar

Minggu, 24 Oktober 2021 | 18:13

Demokrat Ingatkan PDIP, Jangan Sibuk Klaim Prestasi

Minggu, 24 Oktober 2021 | 17:43

Deklarasi RKS Pekanbaru, Emak-emak Siap Menangkan Sandiaga Uno di Pilpres 2024

Minggu, 24 Oktober 2021 | 17:26

Memecah Belah Umat, Yaqut Qolil Qoumas Wajib Tarik Pernyataan Kemenag Hadiah Negara untuk NU

Minggu, 24 Oktober 2021 | 17:08

Presiden Poknas Beberkan Strategi Milenial Hadapi Disrupsi

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:50

Gembong Narkoba Paling Dicari di Kolombia Akhirnya Ditangkap, Bak Jatuhnya Pablo Escobar

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:50

Menlu Wang Yi: Inggris Harus Berpikir Dua Kali Ketika Memberi Akses Teknologi Kapal Selam Nuklir ke Australia

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:44

Potret Pilu Afghanistan, Wanita Tua Mengayak Kerikil Demi Cari Sisa Gandum

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:34

Sama-sama Punya "Prestasi" Utang, Muslim Arbi: SBY Bayar Terus, tapi Jokowi Malah Bikin Bangkrut Negara

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:28

Selengkapnya