Berita

Presiden Amerika Serikat Joe Biden disuntik booster vaksin Covid-19 di depan kamera dan dihadapan korps pers Gedung Putih di Kantor Eksekutif Eisenhower/Net

Dunia

Genjot Vaksinasi Covid-19, Joe Biden Disuntik Booster di Depan Kamera

SELASA, 28 SEPTEMBER 2021 | 13:45 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Vaksinasi Covid-19 merupakan hal yang masih terus digenjot oleh pemerintahan Presiden Joe Biden di Amerika Serikat di tengah pandemi yang masih mengancam saat ini.

Salah satu cara yang digunakan oleh Biden untuk mendorong vaksinasi adalah dengan disuntik vaksin Covid-19 Pfizer dosis ketiga yang berfungsi sebagai booster alias penguat, pada awal pekan ini (Senin, 27/9).

Penyuntikan booster vaksin Covid-19 tersebut disiarkan secara langsung oleh sebuah acara televisi dan dilakukan di hadapan korps pers Gedung Putih di Kantor Eksekutif Eisenhower.

Usai disuntik, Biden menjelaskan kepada publik bahwa dia bersedia disuntik booster karena regulator Amerika Serikat telah menyatakan bahwa booster buatan Pfizer aman dan efektif.

Dia juga mendesak agar semua warga negaranya mau divaksinasi.

"Tolong lakukan hal yang benar, disuntik (vaksin Covid-19)," kata Biden.

“Itu bisa menyelamatkan hidup Anda. Itu bisa menyelamatkan nyawa orang-orang di sekitar Anda. Dan itu mudah, dapat diakses, dan gratis," sambung Biden, seperti dikabarkan Russia Today.

Ditanya soal berapa banyak orang Amerika Serikat yang perlu divaksinasi, Biden menjawab mungkin 98 persen.

"Tapi saya bukan ilmuwan. Saya pikir satu hal yang pasti. Seperempat negara tidak dapat divaksinasi dan kami tidak terus memiliki masalah,” tambahnya.

"Sekitar 23 persen (populasi) belum mendapatkan suntikan (vaksin), dan minoritas yang berbeda menyebabkan banyak kerusakan untuk seluruh negara," ujar Biden.

Momen ini menjadi sejarah tersendiri bagi negeri Paman Sam. Pasalnya merupakan kali pertama presiden menjabat disuntik vaksin dan disiarkan secara langsung.

Pendahulunya, Donald Trump memilih untuk tidak divaksin saat masih menjabat. Sedangkan Biden telah menyiarkan secara langsung proses dirinya disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama dan kedua. Namun pada saat itu, Biden masih belum dilantik sebagai presiden.

Biden memutuskan untuk disuntik booster setelah Food and Drug Administration (FDA) merekomendasikan bahwa booster aman untuk diberikan. Namun FDA menolak seruan Gedung Putih untuk menerapkan bosster pada populasi orang dewasa secara umum.

Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperluas anjuran untuk penggunaan booster untuk mereka yang bekerja di sektor atau lingkungn yang berisiko tinggi.

Populer

Penumpang Pesawat Wajib PCR, Pimpinan Komisi IX: Kenapa Kebijakan Jadi Jakarta Sentris?

Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:20

Moeldoko Mencoreng Muka Sendiri dengan Menyerang Mahfud MD

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:14

Margarito Kamis: Penyelenggara Kongres atau KLB Partai adalah Pengurus DPP Sah

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:25

KPK Temukan Dokumen Catatan Aliran Uang Kasus Suap Perpanjangan Izin HGU Sawit di Kuansing

Jumat, 22 Oktober 2021 | 18:37

Tak Bermanfaat Bagi Papua, Jokowi Diminta Tinjau Ulang Pembangunan Smelter di Gresik

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:52

Dua Tahun Pimpin Indonesia, Maruf Amin Seperti Diparkirkan dan Jokowi Ngebut Bareng Luhut Pandjaitan

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:43

Sindiran Mujahid 212: Wajar Jokowi Pilih ke Kalimantan, Frekuensi Mahasiswa yang Demo Belum Disetel

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:49

UPDATE

Profesor Sudarnoto: Statement Ketum PBNU dan Menag Yaqut Berpotensi Melanggar Prinsip Demokrasi

Minggu, 24 Oktober 2021 | 18:18

Fuad Bawazier: Pinjol Lebih Tepat Disebut Pinjaman Jahat Orang Liar

Minggu, 24 Oktober 2021 | 18:13

Demokrat Ingatkan PDIP, Jangan Sibuk Klaim Prestasi

Minggu, 24 Oktober 2021 | 17:43

Deklarasi RKS Pekanbaru, Emak-emak Siap Menangkan Sandiaga Uno di Pilpres 2024

Minggu, 24 Oktober 2021 | 17:26

Memecah Belah Umat, Yaqut Qolil Qoumas Wajib Tarik Pernyataan Kemenag Hadiah Negara untuk NU

Minggu, 24 Oktober 2021 | 17:08

Presiden Poknas Beberkan Strategi Milenial Hadapi Disrupsi

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:50

Gembong Narkoba Paling Dicari di Kolombia Akhirnya Ditangkap, Bak Jatuhnya Pablo Escobar

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:50

Menlu Wang Yi: Inggris Harus Berpikir Dua Kali Ketika Memberi Akses Teknologi Kapal Selam Nuklir ke Australia

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:44

Potret Pilu Afghanistan, Wanita Tua Mengayak Kerikil Demi Cari Sisa Gandum

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:34

Sama-sama Punya "Prestasi" Utang, Muslim Arbi: SBY Bayar Terus, tapi Jokowi Malah Bikin Bangkrut Negara

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:28

Selengkapnya