Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Cetak Sejarah, Dua Politisi Transgender Melenggang ke Kursi Parlemen Jerman

SELASA, 28 SEPTEMBER 2021 | 11:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dua politisi Jerman dari Partai Hijau menjadi wanita transgender pertama yang memenangkan kursi parlemen dalam pemilihan nasional yang digelar pada Minggu (26/9) waktu setempat.

Kedua wanita itu adalah Tessa Ganserer (44) dan Nyke Slawik (27).

Mereka mendukung partai Hijau yang berada di urutan ketiga dalam pemilihan, meningkatkan perolehan suara menjadi 14,8 persen, naik dari 8,9 persen pada pemilu 2017 lalu. Ini akan memainkan peran penting dalam membangun koalisi tiga arah pemerintahan Jerman yang baru.


“Ini adalah kemenangan bersejarah bagi Partai Hijau, tetapi juga untuk gerakan trans-emansipatoris dan untuk seluruh komunitas queer,” kata Ganserer kepada Reuters, seraya menambahkan bahwa hasil tersebut menjadi simbol masyarakat yang terbuka dan toleran.

Ganserer, yang memiliki dua putra, juga menginginkan perubahan undang-undang agar para ibu LGBT bisa mengadopsi anak.

Sementara rekannya sesama partai, Slawik, mengatakan hasilnya luar biasa. Dia mengamankan kursi di parlemen melalui daftar kandidat Partai Hijau di negara bagian barat Rhine-Westphalia Utara.

“Gila! Saya masih tidak percaya, tapi dengan hasil pemilu yang bersejarah ini saya pasti akan menjadi anggota Bundestag berikutnya,” tulis Slawik di Instagram.

Slawik telah menyerukan rencana aksi nasional melawan homofobia dan transfobia, undang-undang penentuan nasib sendiri, dan perbaikan undang-undang anti-diskriminasi federal.

Homoseksualitas didekriminalisasi di Jerman pada tahun 1969 dan pernikahan sesama jenis disahkan pada tahun 2017. Meskipun demikian, kejahatan rasial terhadap orang-orang LGBT+ melonjak 36 persen tahun lalu, menurut angka polisi yang menyoroti tren homofobia yang meningkat di beberapa bagian masyarakat Jerman.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya