Berita

Vaksinasi rabies untuk hewan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah/RMOLJateng

Nusantara

Di Batang, Pemerintah Gelar Vaksinasi untuk Hewan

SENIN, 27 SEPTEMBER 2021 | 13:08 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemerintah Kabupaten Batang menggelar vaksinasi untuk hewan yang dipelihara masyarakat. Vaksinasi ini merupakan vaksinasi rabies yang dilakukan di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Batang, Jawa Tengah.

"Iya ini ada 200 dosis vaksinasi rabies gratis dari pemerintah pusat. Bisa untuk anjing, kucing, musang atau hewan yang rawan terjangkit rabies," kata medik veteriner, drh Ambar Puspitaningsih di Puskeswan, Senin (27/9).

Syarat untuk mengikuti vaksinasi rabies gratis antara lain warga Ber-KTP Batang, umur hewan peliharaan minimal enam bulan, sehat, tidak bunting dan beberapa syarat lainnya. Waktu pelaksanaan vaksinasi rabies gratis mulai 27 sampai dengan 30 September 2021 dan 1 Oktober 2021.


Hingga Senin siang (27/9), jumlah hewan yang divaksinasi rabies baru 10 ekor. Tidak semua warga yang datang melaksanakan vaksinasi rabies, tapi hanya memeriksakan kesehatan hewan pemeliharaan.

Ambar pun meminta masyarakat untuk memanfaatkan vaksinasi rabies gratis. Adapun vaksinasi rabies gratis dilaksanakan dalam rangka hari Rabies Sedunia.

"Kalau vaksinasi rabies biasa harganya sekitar Rp200 ribuan," jelasnya seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJateng.

Seorang warga Pasekaran, Arni (20) juga memanfaatkan layanan vaksinasi rabies gratis. Ia tahu ada program itu dari media sosial yang beredar. Bersama ibunya, ia membawa kucingnya Leo yang berusia 10 bulan. Kucingnya jenis anggora campur domestik jantan berwarna oranye.

"Selama ini memang belum pernah divaksin sama sekali," katanya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya