Berita

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan/Net

Dunia

Erdogan: Afghanistan Kehilangan Banyak Darah Setiap Harinya, Sepanjang 20 Tahun Keberadaan AS

SENIN, 27 SEPTEMBER 2021 | 12:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bagi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, kehadiran militer Amerika Serikat di Afghanistan selama dua dekade sama sekali tidak membawa perubahan signifikan, terutama dalam masalah keamanan di negara itu.

Hal itu disampaikan Erdogan kepada Margaret Brennan dalam sebuah wawancara khusus bersama CBS News di New York pada Selasa pekan lalu, yang tayang Minggu (26/9).

“Dengan kehadiran Amerika sejak dua dekade, kawasan itu tidak lebih aman. Sebaliknya, setiap hari wilayah itu kehilangan lebih banyak darah,” kata Erdogan, seperti dikutip dari Anadolu agency, Senin 827/99.


Dia mengatakan AS perlu merenungkan kembali kehadiran dan kepergiannya selama 20 tahun di sana.

Dalam wawancara tersebut Erdogan mengatakan bahwa Turki mungkin dapat mengambil alih tugas mengamankan bandara tetapi dengan syarat bahwa AS memberikan dukungan logistik, termasuk dukungan keuangan dan transfer senjata dan amunisi ke Turki.

“Tetapi hal-hal seperti itu terjadi di sana sehingga sebaliknya, semua senjata, amunisi, dan kendaraan di Bandara Karzai dipindahkan ke Taliban. Saat ini, Taliban beroperasi di sana dengan senjata Amerika,” katanya.

“Tapi kita sebenarnya sudah terbiasa dengan hal-hal tertentu karena sama, kelompok teroris yang menyerang sayangnya mendapat dukungan logistik dari AS dalam tingkat yang sangat parah,” kata Erdogan merujuk pada kelompok PKK dan afiliasinya.

“Ini terjadi pada pemerintahan AS sebelumnya dan terjadi di bawah pemerintahan saat ini juga. Kelompok teror PKK/YPG/PYD tidak boleh didukung dengan senjata,” katanya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

UPDATE

Jejak Bakti Jenderal Sigit di Pelosok Negeri Bukti Pujian Presiden bukan Pepesan Kosong

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:27

Presiden Tiba di Kompleks Parlemen, Disambut Ketua DPD dan Ketua MPR

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:24

Sidang Tahunan 2026 Dipersingkat Mengejar Waktu Salat Jumat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:21

Jokowi Hadiri Sidang Tahunan MPR, Megawati Absen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

LSAK: Maraknya OTT KPK Isyaratkan Darurat Reformasi Sistem Pilkada

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:17

Pasar Karbon Berpotensi Tarik Investasi Hijau

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Saham Nokia Naik 3,31 Persen, Prospek Bisnis AI Jadi Perhatian

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Pengamanan Diperketat Jelang Sidang MPR-DPR, Rantis dan Helikopter Disiagakan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:02

Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah untuk Hindari Konflik Kepentingan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:00

Selengkapnya