Berita

Eric Chu ketua partai KMT yang baru/Net

Dunia

Partai Progresif Demokratik Taiwan: Reaksi Kuomintang atas Ucapan Selamat Xi Jinping Terlalu Lebay

SENIN, 27 SEPTEMBER 2021 | 10:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Reaksi Partai oposisi utama Taiwan, Kuomintang (KMT) yang dianggap berlebihan atas ucapan selamat sekretaris jenderal Partai Komunis China Xi Jinping atas terpilihnya Eric Chu sebagai ketua partai KMT yang baru, mendapat kecaman dari legislator Partai Progresif Demokratik (DPP) Luo Chih-cheng.

Kecaman Luo disampaikannya saat berpidato di acara seminar mengenai keamanan nasional dan situasi di Selat Taiwan, yang berfokus pada perubahan opini publik Taiwan, persaingan partai, dan hubungan lintas selat pada Minggu (26/9).

Luo menunjukkan bahwa Chu sebelumnya telah menyatakan bahwa pesan ucapan selamat dari Xi akan seperti ‘hadiah dari langit’. Dengan dingin, legislator DPP itu mengatakan bahwa dia merasa itu akan lebih seperti ‘kentang panas’, seraya menambahkan bahwa perumpamaan Chu soal ucapan Xi sangat aneh.

Luo merasa aneh bahwa sebuah partai politik mengharapkan pesan dari Xi.

“Baik Partai Republik maupun Demokrat AS tidak menginginkannya. Bagi KMT, kurangnya ucapan selamat dari pemimpin China akan menimbulkan rasa kehilangan, menandakan beberapa masalah yang jelas di dalam partai,” katanya, seperti dikutip dari Taiwan News, Senin (27/9).

“Apakah ia menentang kemerdekaan Taiwan? Jika Anda menentangnya, silakan nyatakan,” kata legislator itu.

Menurut Luo, KMT jelas ingin membingungkan orang, tetapi ini adalah pertanyaan ya atau tidak; bukan pertanyaan terbuka.

Sebelumnya, Chu dalam pernyataan setelah pemilihannya mengatakan ketika menyangkut kebijakan sehubungan dengan China, partainya tidak akan menjadi ‘versi kecil’ dari DPP.

“Kami akan membangun kembali platform pertukaran dan saluran komunikasi lintas Selat Taiwan,” ujarnya, menyiratkan keinginannya membuka komunikasi dengan China.

Pada Minggu (26/9) Xi Jinping mengucapkan selamat kepada Eric Chu karena terpilih sebagai ketua partai KMT.

Populer

Penumpang Pesawat Wajib PCR, Pimpinan Komisi IX: Kenapa Kebijakan Jadi Jakarta Sentris?

Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:20

Moeldoko Mencoreng Muka Sendiri dengan Menyerang Mahfud MD

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:14

Margarito Kamis: Penyelenggara Kongres atau KLB Partai adalah Pengurus DPP Sah

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:25

KPK Temukan Dokumen Catatan Aliran Uang Kasus Suap Perpanjangan Izin HGU Sawit di Kuansing

Jumat, 22 Oktober 2021 | 18:37

Tak Bermanfaat Bagi Papua, Jokowi Diminta Tinjau Ulang Pembangunan Smelter di Gresik

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:52

Dua Tahun Pimpin Indonesia, Maruf Amin Seperti Diparkirkan dan Jokowi Ngebut Bareng Luhut Pandjaitan

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:43

Sindiran Mujahid 212: Wajar Jokowi Pilih ke Kalimantan, Frekuensi Mahasiswa yang Demo Belum Disetel

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:49

UPDATE

Profesor Sudarnoto: Statement Ketum PBNU dan Menag Yaqut Berpotensi Melanggar Prinsip Demokrasi

Minggu, 24 Oktober 2021 | 18:18

Fuad Bawazier: Pinjol Lebih Tepat Disebut Pinjaman Jahat Orang Liar

Minggu, 24 Oktober 2021 | 18:13

Demokrat Ingatkan PDIP, Jangan Sibuk Klaim Prestasi

Minggu, 24 Oktober 2021 | 17:43

Deklarasi RKS Pekanbaru, Emak-emak Siap Menangkan Sandiaga Uno di Pilpres 2024

Minggu, 24 Oktober 2021 | 17:26

Memecah Belah Umat, Yaqut Qolil Qoumas Wajib Tarik Pernyataan Kemenag Hadiah Negara untuk NU

Minggu, 24 Oktober 2021 | 17:08

Presiden Poknas Beberkan Strategi Milenial Hadapi Disrupsi

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:50

Gembong Narkoba Paling Dicari di Kolombia Akhirnya Ditangkap, Bak Jatuhnya Pablo Escobar

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:50

Menlu Wang Yi: Inggris Harus Berpikir Dua Kali Ketika Memberi Akses Teknologi Kapal Selam Nuklir ke Australia

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:44

Potret Pilu Afghanistan, Wanita Tua Mengayak Kerikil Demi Cari Sisa Gandum

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:34

Sama-sama Punya "Prestasi" Utang, Muslim Arbi: SBY Bayar Terus, tapi Jokowi Malah Bikin Bangkrut Negara

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:28

Selengkapnya