Berita

Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi saat berdialog dengan pendamping desa program Desmigratif di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (25/9)/Net

Dinamika

Keberhasilan Program Desmigratif Desa Paringan, Ponorogo Dipuji Sekjen Kemnaker

SENIN, 27 SEPTEMBER 2021 | 10:49 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Program Desa Migran Produktif (Desmigratif) berhasil mengubah wajah Desa Paringan, Jenangan, Ponorogo, Jawa Timur menjadi berkembang pesat.

Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi bahkan secara khusus menyampaikan pujian atas keberhasilan tersebut. Tepatnya saat dia berdialog dengan pendamping desa program Desmigratif di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (25/9).

"Terima kasih khususnya kepada Kepala Desa Paringan yang telah berhasil mengubah wajah Desa Paringan, karena 80 persen penduduknya adalah pekerja migran," kata Anwar Sanusi.


Menurutnya, warga Desa Paringan telah menjadi salah satu kantong pekerja migran karena banyak warga yang bekerja di luar negeri. Ini lantaran potensi dan modal pengetahuan warga Paringan, yang sudah banyak di luar negeri dibawa ketika pulang.

“Program Desmigratif ini intinya kalau berhasil harus kita tambah," ujarnya.

Anwar Sanusi menambahkan Desmigratif adalah program perlindungan terhadap pekerja migran sejak dari kampung halaman yang bertujuan untuk memberikan pelindungan yang komprehensif bagi PMI dan keluarganya.

Terdapat empat pilar Desmigratif yakni pusat layanan migrasi, usaha produktif, pengasuhan anak secara bersama (community parenting), dan koperasi yang dalam pelaksanaannya memerlukan proses pembelajaran dan kreativitas.

"Sesuai arahan Ibu Menaker Ida Fauziyah, telah meminta seluruh jajaran Kemnaker agar program Desmigratif, khususnya pilar community parenting ini benar-benar mewujudkan kepedulian yang nyata terhadap perkembangan anak-anak PMI," ujar Sekjen Anwar Sanusi.

Anwar Sanusi menambahkan Desa Paringan ini harus tetap kita bantu agar bisa mandiri, dan yang masih tertinggal harus dibantu agar bisa berhasil.

"Ini menurut saya tidak terlalu sulit dalam hal pemikiran," katanya.

Dari hasil dialog dengan pendamping desa, Anwar Sanusi berpendapat di Desa Paringan masih ada ada dana desa yang bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk infrastruktur tetapi dapat dimanfaatkan untuk bidang yang lain.

”Kalau potensi pasar ini sudah besar, saya bisa berbicara dengan Kementerian PUPR untuk dibantu infrastrukturnya agar dapat membuka pasar besar dalam hal produksi. Kita sedang menggagas kombinasi antara Kemendes, Kemnaker dan Kemenkop UKM untuk saling bekerja sama," katanya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya