Berita

Epidemiolog Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono/Net

Kesehatan

Epidemiolog: Indonesia Masuki Fase Maintenance Covid-19 Sekaligus Fase Paling Berat Godaannya

SENIN, 27 SEPTEMBER 2021 | 03:00 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia masih belum sepenuhnya pulih. Karena, hingga Minggu sore (26/9), jumlah kasus positif masih terus bertambah, meski angkanya di bawah jumlah pasien yang sembuh.

Hal ini menjadi perhatian epidemiolog Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono. Karena, dia termasuk orang yang masih melihat potensi terjadinya lonjakan kembali kasus Covid-19.

Jika melihat data yang dicatat Satuan Tugas Penanganan Covid-19, hingga kemarin jumlah kasus aktif kembali turun menjadi 42.769 kasus. Hal itu terjadi karena ada pengurangan 1.302 kasus, yang bersumber dari angka kasus positif yang bertambah 1.760 orang atau lebih rendah dari kasus sembuh sebanyak 2.976 kasus, plus adanya 86 pasien yang meninggal.


Menurut Pandu, perkembangan jumlah kasus aktif yang berangsur menurun tersebut beriringan dengan itngkat penulran yang menurun. Di mana, hingga kemarin tercatat positivity rate berada di angka 16,51 persen secara nasional.

"Indonesia masuki fase "Maintenance" untuk pertahankan tingkat penularan yang rendah," ujar Pandu dalam akun Twitternya, Minggu (26/9).

Akan tetapi, di fase yang mulai membaik ini bukan berarti tidak ada lagi gelombang penulran Covid-19. Sehingga, ia mewanti-wanti pemerintah agar tetap bisa menjaga momentum yang baik ini.

"Fase yang paling berat karena godaan dan pujian bisa kita terlena," tuturnya.

Maka dari itu, Pandu berpendapat bahwa setiap kebijakan dan upaya menahan diri teruntuk masyarakat sangat diperlukan. Yakni, agar tidakbereuforia dan abai karena kondisi yang sudah mulai membaik ini.

"Butuh kesabaran dan penyempurnaan semua ikhtiar bersama dan diupayakan menyatu dalam sistem pemerintahan Pak Jokowi
 yang terbuka," dmeikian Pandu.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya