Berita

40 kapal dan kapal selam yang mewakili 15 negara mitra internasional melakukan perjalanan dalam formasi di Samudra Pasifik selama latihan Lingkar Pasifik 2014/Net

Dunia

DPR AS Usulkan Taiwan Diikutkan Sebagai Peserta Latihan Militer Maritim Lingkar Pasifik 2022

SABTU, 25 SEPTEMBER 2021 | 11:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kemungkinan Taiwan untuk bergabung dalam Latihan Lingkar Pasifik (RIMPAC) bersama AS kembali terbuka, setelah Dewan Perwakilan Rakyat AS mengesahkan RUU kebijakan pertahanan tahunannya.

Kebijakan itu mencakup ketentuan yang merekomendasikan agar tahun depan negara itu  dimasukkan dalam latihan militer maritim internasional terbesar di dunia itu.

Dalam sidangnya, DPR menyetujui Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional senilai 777,9 miliar dolar AS untuk Tahun Anggaran 2022.


RUU setebal 1.390 halaman itu juga mencakup tiga ketentuan utama yang terkait dengan Taiwan di bawah bagian 1243, 1247 dan 1248.

Bagian 1248 merekomendasikan agar AS mengundang angkatan laut Taiwan untuk berpartisipasi dalam RIMPAC tahun depan, seperti dikutip dari Taipei Times, Sabtu (25/9).

Bagian 1243 menyerukan laporan, yang akan dikeluarkan selambat-lambatnya 15 Februari, tentang kelayakan meningkatkan kerja sama antara Taiwan dan Garda Nasional AS.

Ketentuan tersebut memerlukan evaluasi untuk memperkuat kerja sama dalam berbagai kegiatan, termasuk tanggap darurat dan bencana, pertahanan siber dan keamanan komunikasi, kedokteran militer, pertukaran budaya dan pendidikan, dan pelatihan cadangan militer Taiwan.

Sementara bagian 1247 menegaskan kembali pentingnya Undang-Undang Hubungan Taiwan AS dan ‘enam jaminan’ sebagai dasar hubungan antara Taipei dan Washington.

Ketentuan tersebut menyerukan pelatihan praktis dan latihan militer dengan Taiwan, pertukaran antara pejabat pertahanan Taiwan dan AS di tingkat strategis, kebijakan dan fungsional, terutama untuk tujuan meningkatkan kerja sama dalam perencanaan pertahanan, meningkatkan interoperabilitas militer Taiwan dan AS, serta meningkatkan kekuatan cadangan Taiwan.

Bagian tambahan meminta laporan tentang perkembangan militer dan keamanan yang melibatkan China, perluasan pengaruh China di Amerika Latin dan Karibia, dan upaya Beijing untuk memburu sekutu diplomatik Taiwan di wilayah tersebut.

Versi Senat AS dari RUU tersebut telah disetujui oleh Komite Angkatan Bersenjata pada 23 Juli dan diharapkan akan dipertimbangkan oleh Senat penuh bulan depan.

Jika Senat meloloskan versi RUU tersebut, konferensi House-Senate akan diadakan untuk menyamakan perbedaan sebelum kedua kamar memilih untuk mengirim versi final kepada Presiden AS Joe Biden untuk ditandatangani.

Di Taipei, Kementerian Pertahanan Nasional mengatakan bahwa mereka akan menilai partisipasi dalam RIMPAC berdasarkan kebutuhan operasional pertahanannya dan akan berusaha untuk bergabung dengan latihan yang kondusif bagi perdamaian regional.

Selama ini Taiwan tidak pernah diundang untuk berpartisipasi dalam acara yang diselenggarakan setiap dua tahun oleh Armada Pasifik AS di dekat Hawaii.

RIMPAC dimulai pada 1971 sebagai latihan tahunan untuk membina hubungan antara AS dan sekutunya, dan melindungi perdagangan dan jalur laut untuk mendukung kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya