Berita

Direktur Badan Intelijen Luar Negeri Rusia Sergei Naryshkin/Net

Dunia

Tanggapi Tuduhan Terbaru Inggris Soal Kasus Skripal, Kepala Intel Rusia: Ini Upaya London Tutupi Kebohongan dengan Kebohongan Lain

JUMAT, 24 SEPTEMBER 2021 | 13:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tuduhan baru Inggris terhadap Moskow mengenai kasus Skripal dianggap tidak berdasar. Kepala intelijen Rusia mengatakan, tuduhan itu hanyalah kebohongan yang dirancang untuk menutupi kebohongan lain di London atau mendukung kebohongan sebelumnya.
Mengulik peristiwa lama, pada 4 Maret 2018, pihak berwenang Inggris mengatakan bahwa mantan agen Rusia Sergei Skripal, 66, dan putrinya yang berusia 33 tahun, Yulia, telah dirawat di rumah sakit setelah mereka ditemukan tidak sadarkan diri di bangku di luar sebuah pusat perbelanjaan di Salisbury, Inggris.

Dalam penyelidikan yang dilakukan kepolisian London, penyidik menyatakan kedua korban telah terpapar Novichok, senjata kimia yang sangat mematikan yang konon dikembangkan di bawah program rahasia Soviet. Inggris pun menuduh Moskow melakukan percobaan pembunuhan, seperti dilaporkan TASS.

Moskow membantah tuduhan dan sejak itu dengan keras dan berulang kali menolak keterlibatan apa pun.

Moskow membantah tuduhan dan sejak itu dengan keras dan berulang kali menolak keterlibatan apa pun.

Bisa saja zat tersebut berasal dari negara-negara yang mempelajari Novichok, termasuk Inggris sendiri, atau Slovakia, Republik Ceko, dan Swedia, yang sejauh ini juga mengembangkan Novichok.

Kasus ini memicu salah satu perselisihan terbesar antara Rusia dan Barat sejak berakhirnya Perang Dingin, dan menyebabkan pengusiran balas dendam terhadap puluhan diplomat.

Di tahun itu juga, jaksa Inggris telah mendakwa dua orang Rusia dengan dugaan pembunuhan terhadap Sergei Skripal dan putrinya.

Laporan terbaru, polisi Inggris telah menetapkan seorang tersangka lagi pada Selasa (21/9). Tersangka ketiga ini  telah didakwa secara in absentia dengan 'serangan' dan percobaan pembunuhan. Polisi Inggris juga  mengklaim bahwa ketiga tersangka adalah mata-mata  yang bekerja untuk intelijen militer Rusia.

Direktur Badan Intelijen Luar Negeri Rusia Sergei Naryshkin mengecam tuduhan baru itu sebagai kebohongan belaka, menekankan bahwa London mencari-cari cara untuk melemparkan tuduhan, membuat mereka dalam upaya untuk mengalihkan perhatian dari masalah lain.

“Ini adalah upaya untuk menutupi kebohongan lain atau mendukung kebohongan sebelumnya,” katanya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya