Berita

Anggota Komisi IX DPR RI FPKS Kurniasih Mufidayati/Net

Politik

Covid-19 di Asia Tenggara Meningkat, PKS Ingatkan Pemerintah Waspadai Peningkatan Kasus

KAMIS, 23 SEPTEMBER 2021 | 22:09 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Anggota Komisi IX DPR RI FPKS Kurniasih Mufidayati meminta Indonesia mewaspadai meningkatnya kasus virus corona baru (Covid-19) di Asia Tenggara secara serentak.

Mufida menyebut ada peningkatan kasus di Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand hingga Vietnam.

Oleh sebab itu, Mufida meminta agar peningkatan kasus baru di kawasan Asia Tenggara ini diwaspadai betul. Terlebih baru saja Pemerintah membuka pintu masuk bagi WNA lewat Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) Nomor 34 Tahun 2021.


"Harus diwaspadai tren meningkatnya kasus di regional Asia Tenggara sebab bersamaan dengan itu ada pelonggaran WNA masuk ke Indonesia termasuk wisatawan asing. Apalagi Singapura dan Malaysia langsung berbatasan dengan Indonesia," ungkap Mufida, Kamis (23/9).

Filipina mencatat penambahan jumlah kasus baru Covid-19 sebesar 23.134 pada 18 September 2021. Filipina terus mencatatkan jumlah kasus harian Covid-19 di atas 20 ribu, tertinggi di Asia Tenggara.

Singapura juga melaporkan 934 kasus harian pada 17 September 2021 dan diprediksi berlipat ganda setiap pekan. Penambahan ini tertinggi di Singapura sejak April tahun lalu.

Tren penambahan juga terjadi di Malaysia, Vietnam dan Thailand. Ia menyebut, meningkatnya kasus di Asia Tenggara dan pelonggaran di Indonesia bisa membuat wisatawan asing atau WNA di kawasan Asia Tenggara memilih pergi ke Indonesia.

"Wisatawan atau WNA yang kembali dibuka bukan hanya berasal dari Asia Tenggara, ada yang transit ke negara-negara yang kini kasusnya sedang naik dan amat mungkin masuk ke Indonesia karena ada pelonggaran," tutur dia.

Meski belum diketahui ada varian baru yakni Mu, Lambda dan C.1.2 terdeteksi, bukan tidak mungkin pelonggaran masuknnya WNA dan peningkatan kasus di Asia Tenggara turut membawa varian baru ini.

"Kita bersyukur kasus di Indonesia turun drastis diantara negara-negara Asia Tenggara yang terus meningkat. Jangan sampai kasus yang turun di Indonesia terancam dengan masuknya varian baru," sebut Mufida.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

Inilah Jurus GoTo Tingkatkan Kesejahteraan Driver

Rabu, 28 Januari 2026 | 00:08

Relawan SPPG Didorong Bersertifikasi

Rabu, 28 Januari 2026 | 00:04

Ulama Asal Madura Raih Summa Cum Laude di Universitas Al-Azhar

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:44

Penolakan Publik soal Posisi Polri di Bawah Kementerian Capai 71,9 Persen

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:28

MUI Sarankan RI Mundur dari Board of Peace

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:21

GAN Minta Mabes Polri Gelar Perkara Khusus Kasus Pemalsuan IUP

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:18

Jelang HPN 2026, JMSI Kaltim Dorong Pers Adaptif Hadapi Perubahan Perilaku Gen Z

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:18

Asta Cita Prabowo Tak Boleh Berhenti Sebatas Slogan Politik

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:01

Pusjianmar Seskoal Bedah MDA Bersama Pakar dari British Royal Navy

Selasa, 27 Januari 2026 | 22:57

Presiden Prabowo Perkuat Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Inggris

Selasa, 27 Januari 2026 | 22:55

Selengkapnya