Berita

Presiden Joko Widodo saat Penyerahan Sertifikat Redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 22 September/Repro

Politik

Tak Yakin Jokowi Mampu Berantas Mafia Tanah, LQ Indonesia: Mafia Hukum Saja Tidak Dibereskan

KAMIS, 23 SEPTEMBER 2021 | 20:58 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Komitmen Presiden Joko Widodo menyelesaikan permasalahan agraria dengan memberantas mafia tanah diragukan LQ Indonesia Lawfirm.

Kabid Humas LQ Indonesia Lawfirm, Sugi mengatakan, pihaknya ragu dnegan komitmen Jokowi memberantas mafia tanah karena masih ada persoalan mendasar yang belum diselesaikan, yaitu menindak para mafia hukum.

Sehingga, meskipun Jokowi sudah memberikan peringatan kepada Polri agar tidak membekingi mafia tanah dalam urusan sengketa agraria, menurutnya akan sulit komitmen yang disampaikan Kepala Negara dapat terwujud.


Ditambah lagi, Sugi melihat Jokowi sudah berkali-kali melontarkan pemberantasan mafia tanah, namun buktinya sampai sekarang belum ada hasil positif.

"Bagaimana Presiden (Jokowi) mengharapkan Polri untuk menindak mafia tanah jika mafia hukum tidak dibereskan," kata Alvin dilansir Kantor Berita RMOLJakarta, Kamis (23/9).

Komitmen Jokowi menyelesaikan setiap masalah agraria dia sampaikan saat Penyerahan Sertifikat Redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/9).

"Saya kembali mengingatkan bahwa pemerintah berkomitmen penuh dalam memberantas mafia-mafia tanah," ujar Jokowi diberikan kemarin.

Bahkan, Jokowi memperingatkan aparat penegak hukum, khususnya Polri, agar tidak ikut bersekongkol dengan mafia tanah. Akan tetapi, ia meminta agar kasus-kasus mafia tanah diusut tuntas.

"Jangan sampai juga ada aparat penegak hukum yang membekingi mafia tanah tersebut. Perjuangkan hak masyarakat dan tegakkan hukum secara tegas," tegasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya