Berita

Ghulam Isaczai, duta besar Afghanistan untuk PBB/Net

Dunia

Taliban Tunjuk Suhail Shaheen sebagai Dubes Afghanistan untuk PBB, Geser Paksa Posisi Isaczai

RABU, 22 SEPTEMBER 2021 | 07:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kelompok Taliban dilaporkan meminta diberi kesempatan berbicara dengan para pemimpin dunia dalam pertemuan Majelis Umum PBB di New York minggu ini.

Taliban juga telah menominasikan juru bicara mereka yang berbasis di Doha, Suhail Shaheen, sebagai duta besar Afghanistan untuk PBB yang baru.
Menteri Luar Negeri Taliban Amir Khan Muttaqi membuat permintaan itu dalam sebuah surat yang ditujukan khusus kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Senin (20/9).

Juru bicara Guterres, Farhan Haq, membenarkan surat Muttaqi itu, yang tentu saja ini  akan memicu pertikaian dengan Ghulam Isaczai, duta besar Afghanistan untuk PBB di New York yang mewakili pemerintah yang digulingkan bulan lalu oleh Taliban.

Juru bicara Guterres, Farhan Haq, membenarkan surat Muttaqi itu, yang tentu saja ini  akan memicu pertikaian dengan Ghulam Isaczai, duta besar Afghanistan untuk PBB di New York yang mewakili pemerintah yang digulingkan bulan lalu oleh Taliban.

Haq mengatakan permintaan Taliban untuk kursi PBB Afghanistan telah dikirim ke komite kredensial sembilan anggota, yang anggotanya termasuk Amerika Serikat, China dan Rusia.

Meskipun demikian, komite tersebut tidak mungkin bertemu untuk masalah ini sebelum Senin. Sehingga diragukan bahwa menteri luar negeri Taliban akan berbicara kepada badan dunia itu.

"Surat Taliban mengatakan misi Isaczai dianggap selesai dan dia tidak lagi mewakili Afghanistan," kata Haq, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (22/9).

Menurut aturan Majelis Umum, Isaczai akan tetap pada jabatannya sampai komite kredensial membuat keputusan resmi. Dia saat ini dijadwalkan untuk berpidato di hari terakhir pertemuan pada 27 September, tetapi tidak segera jelas apakah ada negara yang keberatan setelah adanya surat Taliban itu.

Komite biasanya bertemu pada bulan Oktober atau November untuk menilai kredensial semua anggota PBB sebelum menyerahkan laporan untuk persetujuan Majelis Umum sebelum akhir tahun.

Selain Rusia dan China, anggota komite lainnya adalah Bahama, Bhutan, Chili, Namibia, Sierra Leone, dan Swedia.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya