Berita

Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolay Patrushev/Net

Dunia

Rusia: Seperti QUAD, Pakta AUKUS adalah Blok Militer-Politik dengan Karakter Pro-Amerika yang Nyata

RABU, 22 SEPTEMBER 2021 | 06:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kesepakatan geopolitik baru antara AS dan Inggris yang membantu Australia untuk menempatkan kapal selam nuklir jauh di dalam Samudra Pasifik adalah langkah bermusuhan yang ditujukan tidak hanya ke Beijing, tetapi juga ke Moskow.

Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolay Patrushev dalam sebuah wawancara bersama surat kabar Argumenty i Fakty, Selasa (21/9), menyebut pakta antara tiga negara itu pasti akan menjadi blok militer lain yang bertujuan untuk menahan dan menghadapi dua kekuatan non-Barat.

Patrushev membandingkan pakta tersebut dengan QUAD, format dialog strategis antara AS, India, Jepang, dan Australia, yang dirancang untuk memperkuat posisi Washington di seluruh Asia.


"Kelompok itu (QUAD) adalah 'blok militer-politik dengan karakter pro-Amerika yang nyata," katanya, seperti dikutip dari Russian Today, SelasA (21/9).

“Lalu, baru beberapa hari yang lalu, blok militer lain dibentuk di kawasan itu; AUKUS Amerika-Inggris-Australia, yang mengejar tujuan yang sama,” lanjutnya.

London dan Washington akan menyerahkan pengetahuan teknis bagi Canberra untuk mengembangkan dan menyebarkan kapal selam bertenaga nuklir, dan itu merupakan ancaman bagi seluruh arsitektur keamanan di Asia, tambahnya.

Pakta AUKUS juga telah memunculkan kemarahan Prancis, pihak yang merasa paling dirugikan akibat batalnya kontrak pembuatan kapal selam bernilai miliaran dolar antara Canberra dan Paris setelah pakta itu keluar.

Selama akhir pekan, Paris telah memerintahkan para duta besarnya di Washington dan Canberra pulang sebagai bagian dari tanggapan terhadap langkah tersebut.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya