Berita

Ilustrasi/Net

Kesehatan

Demi Berhemat, Thailand Suntikkan Vaksin Booster Covid-19 di Bawah Kulit

SELASA, 21 SEPTEMBER 2021 | 12:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Thailand tela memberikan izin kepada dokter untuk menggunakan metode baru dalam penyuntikan dosis vaksin Covid-19 ketiga atau booster.

Mulai Senin (20/9), dokter-dokter di Thailand memberikan suntikan booster Covid-19 di bawah kulit, dan bukan ke otot seperti umumnya. Itu dilakukan untuk menghemat pasokan vaksin, namun dengan tetap menghasilkan kekebalan yang kuat.

Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul mengatakan, metode itu sudah dieksplorasi oleh para dokter sejak bulan lalu. Dengan adanya bukti metode itu menghasilkan kekebalan yang kuat, maka alternatif diambil atas kebijaksanaan profesional medis.


Hasil uji coba sendiri menunjukkan metode tersebut dapat memicu respons kekebalan yang serupa dengan metode biasa.

Direktur Rumah Sakit Vachira di Phuket, Charlermpong Sukonthaphon mengatakan, pihaknya telah diberikan izin untuk menggunakan metode itu sejak Jumat (17/9).

"(Dengan metode ini) satu dosis vaksin dapat digunakan untuk lima suntikan intradermal," kata Chalermpong kepada Reuters.

Sejak April lalu, Thailand mulai memperkenalkan suntikan booster bagi mereka yang menerima dua dosis vaksin Sinovac yang dikhawatirkan memiliki resistensi terhadap varian Delta.

Sejauh ini, hanya 21 persen dari perkiraan 72 juta penduduk di Thailand yang sudah divaksinasi lengkap.

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

PT DSI Fokus Genjot Ekspor 3 Komoditas Ini

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:53

Kasus Abu Janda jadi Ujian Polri, Akankah Pilih Kasih?

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:32

Nahdliyin DIY Soroti Konflik PBNU dan Arah Organisasi

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:10

Prabowo Dijadwalkan Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila Besok

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:01

Kedekatan Prabowo dengan Tiga Pemimpin Adidaya Untungkan Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:43

Kamboja Bebaskan Denda Overstay 5.950 WNI Terjerat Kasus Online Scam

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24

Rekam Jejak Ryamizard Ryacudu: Dari Titisan Darah Militer hingga Kursi Eksekutif

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:05

Meski Disidangkan, Kasus LCC Empat Pilar Perlu Pertimbangkan Jalan Damai

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:44

Program Bioflok Presiden Prabowo di Karawang Sukses Panen Raya 1,2 Ton Ikan Nila

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:34

Warisan Bung Tomo: Lawan Pemimpin yang Tak Berpihak pada Rakyat Kecil!

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya