Berita

Kapal selam/Net

Dunia

Prancis Minta Kompensasi Pembatalan Kontrak Pembelian Kapal Selam dari Australia, Nilainya Diperkirakan Rp 4,1 Triliun

SENIN, 20 SEPTEMBER 2021 | 15:45 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Prancis telah meminta kompensasi kepada pemerintah Australia usai pembatalan kontrak kapal selam oleh Canberra yang baru membentuk aliansi dengan Inggris dan Amerika Serikat (AUKUS).

"Jelas akan ada kebutuhan untuk kompensasi," ujar jurubicara pemerintah Prancis Gabriel Attal, seperti dimuat The Independent, Senin (20/9).

Meski begitu, Attal tidak menyebutkan berapa kompensasi yang harus dibayar pemerintah Australia untuk pembatalan kontrak 72,8 miliar pound tersebut. Tetapi media memperkirakan kompensasi mencapai sekitar 250 juta euro atau setara dengan Rp 4,1 triliun.


"Kita perlu bertukar dengan mitra kita untuk melihat bagaimana mereka berniat untuk meninggalkan kontrak ini karena ada klausa yang telah ditandatangani, ada seluruh prosedur yang telah diramalkan," tambahnya.

Pakta pertahanan AUKUS memberikan dukungan kepada Australia untuk mendapatkan kapal selam bertenaga nuklir. Dengan adanya AUKUS, Australia membatalkan kesepakatan pembelian kapal selam dari Prancis.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian menyebut kesepakatan itu telah menusuk Paris dari belakang.

"Jangan memperlakukan satu sama lain dengan kebrutalan seperti itu, ketidakpastian seperti itu, mitra utama seperti Prancis jadi benar-benar ada krisis," kata Le Drian.

Ketegangan dengan Paris membuat Prancis menarik dutabesarnya dari AS dan Australia.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya