Berita

Mantan Presiden Sudan Omar Al Bashar dan Presiden China Xi Jinping/Net

Dunia

Di Sudan, Perusahaan China Gelembungkan Biaya Proyek Infrastruktur dan Suap Para Pejabat

SENIN, 20 SEPTEMBER 2021 | 08:16 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ambisi Belt and Road Initiatives (BRI) China di Sudan telah dicoreng dengan adanya tindak pidana korupsi. Perusahaan konstruksi China yang bertanggung jawab atas sejumlah proyek di Sudan dilaporkan melakukan penggelembungan biaya hingga suap.

Perusahaan itu adalah Fu Hong Contruction, Roads, and Bridges Enterprises. Fu Hong merupakan perusahaan milik pasangan China yang berbasis di Sobha, Khartoum.

Menurut laporan The Hong Kong Post yang dikutip ANI News pada Senin (20/9), Fu Hong memiliki koneksi dengan Presiden Omar Al Bashir yang telah digulingkan. Mereka bertanggung jawab atas sejumlah proyek, terutama di lokasi-lokasi sensitif.


Dalam laporannya, The Hong Kong Post menyebut Fu Hong mendapatkan keistimewaan karena tidak adanya pesaing asing.

Namun lantaran itulah mereka mereka melakukan penggelembungan biaya proyek hingga mendapatkan jutaan dolar. Bahkan mereka juga membayar suap sebagai quid pro quo kepada beberapa pemimpin dari rezim Omar Al Bashir, termasuk sang presiden dan wakilnya.

Penyelewenangan dana itu kemudian terendus oleh Komite Korupsi Sudan, yang kemudian melakukan penggerebekan ke Fu Hong pada Desember 2020. Ketika itu, Komite Korupsi menemukan emas dan uang tunai.

Penggerebekan juga dilakukan pada Maret 2021, dengan Komite Korupsi menyita 138 ribu dolar AS. Tetapi komite dilaporkan menuntut 400 ribu dolar AS untuk membatalkan kasus tersebut.

"Semua upaya ini dirahasiakan baik oleh perusahaan maupun oleh komite," tulis The Hong Kong Post.

Meski begitu, kasus tersebut lantas ditemukan oleh Badan Intelijen Umum, dengan fakta bahwa jumlah dana yang dipulihkan tidak pernah diperhitungkan.

Selain proyek infrastruktur, sejumlah ahli juga menyoroti dugaan korupsi skala besar yang dilakukan oleh berbagai perusahaan China di beberapa domain untuk lebih dari 200 proyek, termasuk pertanian, jasa, manufaktur, hingga pertambangan dan kesehatan.

Sejauh ini, ada lebih dari 130 perusahan China yang terlibat langsung di Sudan. Semua berawal ketika Beijing memberikan banyak pinjaman dan hibah tanpa bunga kepada pemerintah Sudan, yang kemudian mendapatkan "imbalan" berbagai proyek.

Sudan sendiri memiliki beban utang senilai sekitar 20 miliar dolar AS ke China. Angka ini sebenarnya masih diragukan oleh banyak ekonom. Sementara investasi langsung dan tidak langsung China di Sudan diperkirakan tidak kurang dari 29 miliar dolar AS.

Dalam perkembangannya, pemerintahan Sudan tampaknya mulai meragukan entitas dari China, yang melakukan eksploitasi besar-besaran, seperti China National Petroleum Corporation (CNPC). Baru-baru ini, pemerintah Sudan melakukan peninjauan kembali perjanjian yang ditandatangani dengan China di masa lalu.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya