Berita

Cherimoya/Net

Dunia

China Larang Impor Cherimoya Taiwan, Sanksi Ekonomi Baru?

SENIN, 20 SEPTEMBER 2021 | 08:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

China melakukan penangguhan impor buah cherimoya dan wax apple asal Taiwan mulai Senin (20/9) waktu setempat.

Menurut pemberitahuan yang diterbitkan di situs web Administrasi Umum Kepabeanan (GAC) pada hari Minggu, otoritas bea cukai menangguhkan ijin impor dua buah tersebut menyusul ditemukannya hama planococcus minor yang ditemukan beberapa kali tahun ini.

Planococcus minor adalah hama lebih dari 250 tanaman yang dapat membahayakan buah-buahan tropis dan subtropis.

Ini bukan pertama kalinya China memberlakukan larangan impor buah dari pulau Taiwan karena organisme berbahaya. Mulai 1 Maret, bea cukai negara itu juga menangguhkan impor nanas dari Taiwan karena seringnya ditemukan hama pada buah dari Taiwan mulai tahun 202, seperti dilaporkan Global Times, Minggu (19/9).

Pelarangan impor terbaru telah menimbulkan berbagai spekulasi, mengingat itu muncul beberapa hari setelah media AS melaporkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk mengubah nama misi Taiwan di Washington menjadi 'Kantor Perwakilan Taiwan'.

Sebagai tanggapan, Zhu Fenglian, juru bicara Kantor Urusan Taiwan Dewan Negara, mengatakan keputusan itu dibuat semata-mata untuk melindungi produksi pertanian dan keamanan ekologis di daratan.

Zhu juga mencatat bahwa China telah memberi tahu Taiwan tentang masalah hama.

Cherimoya, juga dieja chirimoya atau chirimuya bagi orang Inca, yang disebut 'saudara' dengan srikaya dan kerabat dekat sirsak. Sementara wax apple disebut juga apple lilin yang jika di Indonesia dianggap sama dengan jambu air.

Populer

Penumpang Pesawat Wajib PCR, Pimpinan Komisi IX: Kenapa Kebijakan Jadi Jakarta Sentris?

Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:20

Moeldoko Mencoreng Muka Sendiri dengan Menyerang Mahfud MD

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:14

Margarito Kamis: Penyelenggara Kongres atau KLB Partai adalah Pengurus DPP Sah

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:25

KPK Temukan Dokumen Catatan Aliran Uang Kasus Suap Perpanjangan Izin HGU Sawit di Kuansing

Jumat, 22 Oktober 2021 | 18:37

Tak Bermanfaat Bagi Papua, Jokowi Diminta Tinjau Ulang Pembangunan Smelter di Gresik

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:52

Dua Tahun Pimpin Indonesia, Maruf Amin Seperti Diparkirkan dan Jokowi Ngebut Bareng Luhut Pandjaitan

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:43

Sindiran Mujahid 212: Wajar Jokowi Pilih ke Kalimantan, Frekuensi Mahasiswa yang Demo Belum Disetel

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:49

UPDATE

Profesor Sudarnoto: Statement Ketum PBNU dan Menag Yaqut Berpotensi Melanggar Prinsip Demokrasi

Minggu, 24 Oktober 2021 | 18:18

Fuad Bawazier: Pinjol Lebih Tepat Disebut Pinjaman Jahat Orang Liar

Minggu, 24 Oktober 2021 | 18:13

Demokrat Ingatkan PDIP, Jangan Sibuk Klaim Prestasi

Minggu, 24 Oktober 2021 | 17:43

Deklarasi RKS Pekanbaru, Emak-emak Siap Menangkan Sandiaga Uno di Pilpres 2024

Minggu, 24 Oktober 2021 | 17:26

Memecah Belah Umat, Yaqut Qolil Qoumas Wajib Tarik Pernyataan Kemenag Hadiah Negara untuk NU

Minggu, 24 Oktober 2021 | 17:08

Presiden Poknas Beberkan Strategi Milenial Hadapi Disrupsi

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:50

Gembong Narkoba Paling Dicari di Kolombia Akhirnya Ditangkap, Bak Jatuhnya Pablo Escobar

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:50

Menlu Wang Yi: Inggris Harus Berpikir Dua Kali Ketika Memberi Akses Teknologi Kapal Selam Nuklir ke Australia

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:44

Potret Pilu Afghanistan, Wanita Tua Mengayak Kerikil Demi Cari Sisa Gandum

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:34

Sama-sama Punya "Prestasi" Utang, Muslim Arbi: SBY Bayar Terus, tapi Jokowi Malah Bikin Bangkrut Negara

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:28

Selengkapnya