Berita

Kapal selam China/Net

Dunia

Setelah Pakta AUKUS, China Jadikan Australia Target Serangan Nuklir

MINGGU, 19 SEPTEMBER 2021 | 11:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Terlepas dari perpecahan internal antara negara-negara sekutu, pakta AUKUS (Australia-Inggris-Amerika Serikat) ditujukan untuk melawan China.

Dukungan Inggris dan AS agar Australia memiliki kapal selam bertenaga nuklir ditanggapi keras oleh China. Bahkan surat kabar milik Partai Komunis China, Global Times, menyebut Australia menjadi target potensial untuk serangan nuklir.

Di artikel berjudul "Nuke sub deal could make Australia potential nuclear war target", Global Times menyebut para ahli militer China memperingatkan bahwa AUKUS dapat menjadikan Australia sebagai target serangan nuklir jika perang nuklir pecah.


"Bahkan ketika Washington mengatakan tidak akan mempersenjatai Canberra dengan senjata nuklir karena mudah bagi AS untuk melengkapi Australia dengan senjata nuklir dan rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam ketika Australia memiliki kapal selam", lapor New York Post.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan bahwa AUKUS sangat merusak perdamaian dan stabilitas regional, mengintensifkan perlombaan senjata, dan merusak Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir.

"China akan memperhatikan perkembangan kesepakatan AUKUS. Negara-negara terkait harus meninggalkan Perang Dingin dan mentalitas zero-sum game mereka, jika tidak, mereka akan mengangkat batu yang jatuh di kaki mereka sendiri," tambah Zhao.

Pada Rabu (15/9), Presiden AS Joe Biden mengumumkan kesepakatan trilateral dengan Inggris dan Australia. Pakta AUKUS itu juga menjadi titik nyala bagi goyahnya hubungan di antara negara-negara sekutu Barat, dengan memicu kemarahan Prancis.

Itu lantaran AUKUS membuat Prancis kehilangan kontrak pembuatan kapal selam konvensional dengan Australia.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya