Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto/Repro

Ekbis

Jabarkan Peta Jalan Indonesia Digital, Airlangga Dukung Generasi Muda Jadi Game Changer di Era Digital

SABTU, 18 SEPTEMBER 2021 | 22:22 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kasus aktif Covid-19 di Indonesia saat ini terus mengalami tren penurunan. Momentum pemulihan tersebut perlu untuk dijaga secara bersama oleh seluruh masyarakat, sehingga Indonesia bisa kembali on track dalam upaya untuk segera keluar dari middle income trap dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, salah satu agenda besar yang menjadi prioritas Pemerintah untuk mewujudkan visi tersebut adalah peningkatan kualitas SDM terutama pada generasi muda.

Dalam acara webinar memperingati Hari Ulang Tahun Persatuan Pelajar Indonesia Dunia ke-14, Airlangga berharap para pelajar Indonesia di luar negeri yang rata-rata merupakan generasi muda, memiliki peran penting sebagai game changer di masa depan terutama di era digital.

"Generasi muda dalam 20 tahun ke depan akan memimpin Indonesia. Sehingga tentu kita berharap generasi muda ini tidak hanya menjadi pencari kerja tetapi dapat menjadi pencipta pekerjaan," ujar Airlangga
dalam webinar berjudul PPI Dunia Untuk Indonesia dengan tajuk "Sinergi PPID Membangun Negeri", Jumat (17/9).

Akselerasi dalam meningkatkan kualitas SDM dan transformasi ekonomi, lanjut Airlangga, memerlukan koordinasi dan sinergi dengan seluruh pihak. Kebutuhan tersebut didukung dengan konsep pembangunan pentahelix, di mana unsur pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, dan media bersatu membangun kebersamaan dalam pembangunan.

Kekinian, diterangkan Ketua Komite Penaganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini, rasio kewirausahaan di Indonesia masih rendah yakni sebesar 3,47 persen dari total populasi. Padahal di tengah era digital ini, kesempatan untuk mengisi kebutuhan pasar akan talenta digital ataupun memulai usaha sendiri berbasis digital sangat terbuka lebar.

Untuk Indonesia, diperkirakan membutuhkan talenta digital sebanyak 9 juta orang atau 600 ribu orang per tahun, dan nilai transaksi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai 124 miliar dolar Amerika Serikat atau Rp 1.700 triliun pada tahun 2025.

Dengan besarnya potensi tersebut, Airlangga menuturkan bahwa para pelajar yang saat ini sedang belajar di luar negeri diharapkan juga bisa mengembangkan ilmu setinggi-tingginya. Secara bersamaan, pelaku usaha, dan stakeholders lain diharapkan mampu memanfaatkan peluang untuk mengembangkan digitalisasi lebih luas lagi di Indonesia, dan tidak hanya menjadi target pasar asing tetapi juga mampu menjadi pemain yang diperhitungkan di tingkat global.

Selain itu, Airlangga juga memastikan dukungan pemerintah untuk memberikan dukungan pengembangan talenta digital melalui Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship, dan Digital Leadership Academy. Ketiga program ini, lanjutnya, akan membantu pengembangan keterampilan digital dari level basic hingga advance.

Di sisi yang lain, pemerintah juga terus mendorong digitalisasi UMKM sehingga dapat meningkatkan produktivitas UMKM, dengan dukungan Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024 yang telah disusun melalui hasil benchmarking terhadap 42 negara.

Airlangga menjabarkan, di dalam Peta Jalan Indonesia Digital tersebut juga ditentukan target-target yang harus dicapai sampai 2024, antara lain BTS yang beroperasi mencapai 9.586 BTS, kapasitas satelit mencapai 117 Gbps, data center yang mampu melayani 75 persen instansi Pemerintah, serta 33.000 UMKM scaling up dengan 150 startup digital aktif dan 1 juta peserta digital talent scholarship.

Dengan melaksanakan hal-hal di dalam peta jalan tersebut, Airlangga mengharapkan pada tahun 2024 akan terjadi penambahan pertumbuhan PDB sebesar 1 persen, UMKM terdigitalisasi sebesar 50 persen, 2,5 juta lapangan kerja baru, dan 600 ribu talenta digital yang dilatih setiap tahun.

Dia memprediksi, target-target tersebut dapat dicapai dengan enabler technology yang inovatif dan menciptakan nilai tambah tinggi seperti drone dan robot, mobil tanpa awak, 3D printing, artificial intelegence, big data analysis, cloud, dan teknologi lainnya.

"Selanjutnya pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan apresiasi kepada PPI Dunia, yang dalam 14 tahun usianya ini telah menjadi wadah yang menghubungkan semua pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri, dan sekaligus mewakili Indonesia dalam berkontribusi positif di lingkungan global," tutup Airlangga.

Populer

Penumpang Pesawat Wajib PCR, Pimpinan Komisi IX: Kenapa Kebijakan Jadi Jakarta Sentris?

Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:20

Moeldoko Mencoreng Muka Sendiri dengan Menyerang Mahfud MD

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:14

Margarito Kamis: Penyelenggara Kongres atau KLB Partai adalah Pengurus DPP Sah

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:25

KPK Temukan Dokumen Catatan Aliran Uang Kasus Suap Perpanjangan Izin HGU Sawit di Kuansing

Jumat, 22 Oktober 2021 | 18:37

Tak Bermanfaat Bagi Papua, Jokowi Diminta Tinjau Ulang Pembangunan Smelter di Gresik

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:52

Dua Tahun Pimpin Indonesia, Maruf Amin Seperti Diparkirkan dan Jokowi Ngebut Bareng Luhut Pandjaitan

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:43

Sindiran Mujahid 212: Wajar Jokowi Pilih ke Kalimantan, Frekuensi Mahasiswa yang Demo Belum Disetel

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:49

UPDATE

Deklarasi RKS Pekanbaru, Emak-emak Siap Menangkan Sandiaga Uno di Pilpres 2024

Minggu, 24 Oktober 2021 | 17:26

Memecah Belah Umat, Yaqut Qolil Qoumas Wajib Tarik Pernyataan Kemenag Hadiah Negara untuk NU

Minggu, 24 Oktober 2021 | 17:08

Presiden Poknas Beberkan Strategi Milenial Hadapi Disrupsi

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:50

Gembong Narkoba Paling Dicari di Kolombia Akhirnya Ditangkap, Bak Jatuhnya Pablo Escobar

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:50

Menlu Wang Yi: Inggris Harus Berpikir Dua Kali Ketika Memberi Akses Teknologi Kapal Selam Nuklir ke Australia

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:44

Potret Pilu Afghanistan, Wanita Tua Mengayak Kerikil Demi Cari Sisa Gandum

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:34

Sama-sama Punya "Prestasi" Utang, Muslim Arbi: SBY Bayar Terus, tapi Jokowi Malah Bikin Bangkrut Negara

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:28

Kapendam Jaya: Oknum Anggota TNI Bantu Rachel Vennya agar Tidak Dikarantina

Minggu, 24 Oktober 2021 | 15:54

Sri Lanka Tutup Pintu untuk Pupuk China yang Terkontaminasi Bakteri Berbahaya

Minggu, 24 Oktober 2021 | 15:53

Bersama KSD dan GPMN, Presma Jayabaya Deklarasi Dukung Jenderal Sigit Basmi Pinjol Ilegal

Minggu, 24 Oktober 2021 | 15:38

Selengkapnya