Berita

Menteri Pertahanan Ank Bijleveld/Net

Dunia

Setelah Menlu Kaag, Giliran Menhan Ank Bijleveld yang Hengkang dari Kabinet Belanda

SABTU, 18 SEPTEMBER 2021 | 16:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Langkah pengunduran diri Menteri Negeri Belanda Sigrid Kaag disusul oleh Menteri Pertahanan Ank Bijleveld, menyusul mosi tidak percaya yang diajukan  kabinet oposisi di Parlemen Belanda terkait kacaunya proses evakuasi warga dari Afghanistan.

Kepada pers, Bijleveld yang mengumumkan pengunduran dirinya di kementerian pada Jumat sore (18/9) waktu setempat, mengaku bahwa dirinya merasa tidak bisa lagi menjabat sebagai Menhan dan menjalankan tugasnya akibat perdebatan yang muncul tentang posisinya.

Sebelumnya pada Kamis malam, Tweede Kamer (majelis rendah Belanda) mengeluarkan mosi kecaman terhadap kabinet Belanda, termasuk dirinya dan Menlu Kaag, atas evakuasi personel, warga, pembantu, dan anggota keluarga Belanda yang kacau balau dari Afghanistan.


“Meninggalkan pekerjaan bukanlah rencana saya pada awalnya. Saya ingin menyelesaikan tugas yang saya hadapi,” katanya merujuk, antara lain pada upaya untuk mengevakuasi orang-orang dari Afghanistan yang masih bisa bepergian ke Belanda.

“Namun, saya perhatikan bahwa masa tinggal saya telah menjadi bahan perdebatan,” lanjutnya.

“Karyawan pertahanan harus dapat melakukan pekerjaan mereka dengan baik, dan saya tidak ingin saya menghalangi pekerjaan penting mereka," kata Bijleveld.

Dengan kepergian Bijleveld, tugas Kementerian Pertahanan diambil alih sementara oleh Menteri Kehakiman Ferd Grapperhaus sampai pengganti tetapnya ditemukan.

Namun demikian, hal itu membuat Kementerian Pertahanan memiliki lubang kepemimpinan yang besar, karena Bijleveld tidak hanya bertanggung jawab atas portofolionya sendiri, tetapi juga pada pekerjaan Sekretaris Negara Barbara Visser. Pada akhir bulan lalu, Visser dipindahkan ke Kementerian Infrastruktur dan Pengelolaan Air.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya