Berita

Salah satu hotel yang digunakan untuk menampung pengungsi Afghanistan adalah Atrium di London barat/Net

Dunia

Warga Afghanistan yang Dievakuasi ke Inggris Merasa Terpenjara dalam Hotel Karantina

SABTU, 18 SEPTEMBER 2021 | 15:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Inggris menghadapai tantangan besar untuk menangani warga Afghanistan yang saat ini telah berada di negara itu.

Seorang anggota parlemen bahkan mengatakan, warga Afghanistan yang dievakuasi ke Inggris banyak yang mengeluh dengan mengatakan mereka menjadi 'orang yang tanpa tempat tinggal', di tengah kebingungan aparat dalam rencana menampung mereka setelah proses karantina selesai.

Sebagian besar warga merasa tidak bisa bergerak bebas di dalam hotel karantina dan tidak sabar untuk mengetahui apa yang selanjutnya mereka dapatkan setelah masa karantina selesai, seperti di mana mereka akan tinggal, dan bagaimana masa depan mereka.


Begitu tiba di Inggris, sekitar 10.000 warga Afghanistan yang dievakuasi dari kabul harus menghabiskan 10 hari masa karantina di lokasi yang 'aman dari Covid-19', seperti hotel yang dikelola pemerintah di dekat Bandara Heathrow, London Barat.

Namun, banyak dari mereka yang menganggap kehidupan mereka malah lebih terpenjara, tidak bisa melakukan apa pun yang mereka inginkan termasuk untuk pergi sebentar dari tempat karantina untuk menghirup udara segar.

Aparat mengatakan cukup sulit menjelaska kepada mereka apa arti 'karantina' dan mengapa harus mentaati itu.

"Kami adalah tahanan di dalam sini. Sementara tahanan saja diizinkan pergi ke luar selama satu atau dua jam sehari," kata mantan pejabat tinggi Afghanistan Hasib Nooralam kepada  The Guardian. Nooralam telah tinggal di Park Plaza Hotel dekat London Waterloo selama 20 hari sejak ia dievakuasi dari Afghanistan.

"Dalam 24 jam, kami keluar hanya 15 menit. Di dalam hotel ini juga banyak anak-anak. Orang-orang muak dan menangis," tambahnya.

Aparat telah menyiapkan semua kebutuhan untuk mereka yang dikarantina. Bahkan, badan amal telah mengisi kekurangan dengan memberikan sumbangan popok, pembalut, dan terkadang makanan.

Meskipun pemerintah Inggris menawatkan janji akomodasi permanen, beberapa warga Afghanistan mengatakan mereka tidak menerima informasi apa pun dari Kantor Dalam Negeri Inggris tentang ke mana mereka akan pergi selanjutnya.

Masa karantina semestinya sudah selesai, tetapi sampai saat ini warga belum diinfokan soal tempat tinggal.  

"Kami merasa seperti berada di penjara sekarang karena masa karantina kami telah berlalu, tetapi mengapa mereka masih menahan kami di sini dan belum diberitahu soal tempat tinggal?" ujar salah seorang warga Afghanistan.

Pemerintah Inggris telah berjuang untuk menemukan akomodasi bagi para pengungsi Afghanistan yang dievakuasi ke Inggris di bawah skema Kebijakan Bantuan Relokasi Afghanistan (ARAP).

Skema ARAP diperuntukkan bagi lebih dari 8.000 warga Afghanistan yang memenuhi syarat untuk datang ke Inggris, tetapi itu tidak termasuk 20.000 warga Afghanistan yang akan dimukimkan di Inggris dalam lima tahun ke depan di bawah Skema Pemukiman Kembali Warga Afghanistan (ACRS) dalam pemerintah yang baru.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

UPDATE

Jejak Bakti Jenderal Sigit di Pelosok Negeri Bukti Pujian Presiden bukan Pepesan Kosong

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:27

Presiden Tiba di Kompleks Parlemen, Disambut Ketua DPD dan Ketua MPR

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:24

Sidang Tahunan 2026 Dipersingkat Mengejar Waktu Salat Jumat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:21

Jokowi Hadiri Sidang Tahunan MPR, Megawati Absen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

LSAK: Maraknya OTT KPK Isyaratkan Darurat Reformasi Sistem Pilkada

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:17

Pasar Karbon Berpotensi Tarik Investasi Hijau

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Saham Nokia Naik 3,31 Persen, Prospek Bisnis AI Jadi Perhatian

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Pengamanan Diperketat Jelang Sidang MPR-DPR, Rantis dan Helikopter Disiagakan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:02

Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah untuk Hindari Konflik Kepentingan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:00

Selengkapnya