Berita

Kemitraan Trans-Pasifik/Net

Dunia

Sudah Daftarkan Diri, China "Rebut" Kursi AS di Kemitraan Trans-Pasifik?

JUMAT, 17 SEPTEMBER 2021 | 14:29 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China telah mendaftarkan diri untuk bergabung dengan Kemitraan Trans-Pasifik (TPP), yang telah ditinggalkan oleh Amerika Serikat (AS) selama pemerintahan mantan Presiden Donald Trump.

Menteri Perdagangan Wang Wentao dilaporkan telah mengajukan aplikasi kepada Menteri Perdagangan Selandia Baru Damien O'Connor, sebagai perwakilan dari Comprehensive and Progress Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP), pada Kamis (16/9).

Dimuat The Independent, ketertarikan China untuk bergabung ke dalam kelompok perdagangan yang beranggotakan 11 negara Pasifik ini ditujukan untuk meningkatkan pengaruhnya terhadap kebijakan internasional.


CPTPP awalnya adalah Kemitraan Trans-Pasifik (TPP), sebuah kelompok yang dipromosikan oleh Presiden Barack Obama untuk meningkatkan fokus Washington pada hubungan dengan Asia. China tidak termasuk di dalamnya.

Pada 2017, Trump menarik mundur AS dari TPP. Sementara Presiden Joe Biden belum menyatakan bergabung kembali dengan kelompok itu.

Surat kabar pemerintah China, Global Times, menyebut, aplikasi Beijing akan memperkuat China dalam kepemimpinan dalam perdagangan global, dan membuat AS semakin terisolasi.

CPTPP yang mulai berlaku tahun 2018, mencakup kesepakatan tentang akses pasar, pergerakan tenaga kerja dan pengadaan pemerintah.

Anggota lainnya termasuk Kanada, Australia, Brunei, Chili, Jepang, Malaysia, Meksiko, Peru, Singapura dan Vietnam. Inggris sedang bernegosiasi untuk bergabung.

Jika China bergabung, itu akan melipatgandakan total populasi dalam kelompok itu menjadi sekitar 2 miliar orang.

Pemerintah China telah berjanji untuk meningkatkan impor barang tetapi menghadapi keluhan karena gagal memenuhi janji yang dibuat ketika bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada tahun 2001 untuk membuka industri keuangan dan jasa lainnya.

China juga merupakan anggota dari berbagai pengaturan perdagangan lainnya, termasuk Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP), yang mencakup banyak negara di Asia yang bukan bagian dari CPTPP.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya