Berita

Seorang petugas di SPBU Shell di Chomazone di sepanjang jalan Thika, Kenya, melayani antrian panjang pengendara yang menunggu untuk mengisi bahan bakar kendaraan mereka/Net

Dunia

Harga Bahan Bakar Melonjak Tinggi, Warga Kenya Terpuruk Lagi

JUMAT, 17 SEPTEMBER 2021 | 13:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga bahan bakar yang melonjak tinggi telah membangkitkan kemarahan warga Kenya. Kenaikan itu menambah tekanan penderitaan di saat situasi ekonomi jatuh di tengah pabdemi, dan masyarakat semakin berada dalam kesulitan.

“Kenaikan BBM hanya konyol, itu menunjukkan bahwa pemerintah tidak menyentuh kenyataan di lapangan, bagaimana mereka ingin kita bertahan,” kata James Mwangi, 42, dealer mobil bekas di Nairobi.

Harga bahan bakar sekarang telah memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah, setelah regulator energi negara itu mengakhiri subsidi bensin, solar, dan minyak tanah, pada minggu ini.


Penghapusan subsidi, yang mulai berlaku pada Rabu, meningkatkan harga bensin di Nairobi sekitar enam persen menjadi maksimum hampir 135 shilling (sekitar 1,2 dolas AS) per liter.

Pembangkit tenaga ekonomi Afrika Timur telah mengalami kehilangan pekerjaan yang sangat besar karena produk domestik bruto menyusut tahun lalu untuk pertama kalinya dalam tiga dekade, dengan Covid-19 menghancurkan sektor-sektor yang biasanya kuat seperti pariwisata.

Dan biayanya akan meningkat lebih jauh dengan pengenalan bea cukai hampir lima persen untuk bahan bakar mulai 1 Oktober.

“Setiap kenaikan harga bahan bakar berarti peningkatan dalam banyak hal lainnya,” keluh seorang warga yang bekerja di hotel berbintang di Nairobi. Padahal dia sudah berusaha untuk bertahan hidup dengan 60 persen dari gajinya yang biasa.

“Pemerintah tidak realistis, Anda tidak dapat menaikkan harga bahan bakar pada saat kita mengalami masa ekonomi yang sulit akibat tantangan Covid-19,” keluhnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya